Depok (ANTARA) - Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 78,85 persen pemuda di Kota Depok tercatat tidak merokok, yang menempatkan Depok di posisi kedua tertinggi generasi muda tidak merokok di Jawa Barat.

Wali Kota Depok Supian Suri di Depok, Kamis, mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini terus mendorong generasi muda untuk menjauhi rokok.

Depok berada di bawah Kota Bekasi yang mencatat persentase pemuda non-perokok sebesar 83,10 persen. Sementara Kota Cirebon menempati posisi ketiga dengan 78,09 persen.

Menurutnya, capaian tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Pertama terima kasih buat seluruh pihak yang terus berjuang mengingatkan, menjaga kesehatan. Salah satunya buat anak-anak kita tidak merokok. Ini berbagai pihak terus berjuang,” ujarnya.

Supian Suri mengatakan upaya menciptakan generasi muda yang sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan terus memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Depok.

"Generasi-generasi yang hebat itu harus sehat dan untuk sehat mereka tidak merokok,” katanya.

Ia berharap program dan sosialisasi terkait bahaya rokok dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak anak muda Depok yang memiliki kesadaran untuk tidak merokok.

“Mudah-mudahan program ini terus bisa kita gulirkan, kita jalankan, kawasan tanpa rokok terus kita maksimalkan,” tuturnya.

Menurutnya, menjaga generasi muda agar tidak merokok merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat.

“Semangat ikhtiar melahirkan generasi muda hebat, salah satunya mereka tidak merokok karena akan sangat mengganggu kesehatan. Ke depan, kita berharap di Indonesia, khususnya Depok, anak muda yang tidak merokok ini paling sedikit, boleh dibilang begitu,” kata Wali Koa Supian Suri.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026