Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melibatkan 1.727 warga dari enam kecamatan dalam program padat karya sebagai upaya membantu masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat membuka program tersebut di Lapangan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis, mengatakan jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbesar sejak program padat karya dilaksanakan.
“Tentu ini menjadi kolaborasi yang nyata antara Pemkot Bogor dan DPRD. Bahkan, kalau tahun depan bisa ditambah, selama anggarannya ada, kita akan lakukan,” katanya.
Peserta program berasal dari kelompok masyarakat yang masuk kategori Desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. Mereka antara lain seniman jalanan dan pengemudi angkutan kota yang terdampak kebijakan pembatasan usia teknis kendaraan.
Baca juga: Pemkot Bogor libatkan 263 orang di program padat karya selama 10 hari
Menurut Jenal, program selama 10 hari tersebut menjadi stimulus bagi warga sekaligus melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan Kota Bogor.
Seluruh peserta juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan selama menjalankan pekerjaan.
Jenal menilai keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Kota Bogor yang bersih, rapi, dan sejahtera.
“Mustahil Bogor bisa lebih sejahtera, lebih bersih, dan lebih rapi kalau masyarakatnya sendiri tidak mencintai kotanya. Kota yang bersih mencerminkan masyarakatnya, begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Baca juga: Ketua DPRD Kota Bogor: Program padat karya sebagai upaya tekan pengangguran
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Danubrata berharap program padat karya dapat membantu warga yang belum memperoleh kesempatan bekerja.
Ia menyatakan DPRD akan terus bersinergi dengan Pemkot Bogor, termasuk dalam mendukung penganggaran program tersebut.
“Mudah-mudahan Pemkot Bogor dan DPRD bisa terus bersinergi, terutama untuk anggaran padat karya ini,” kata Dadang.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor Shahib Khan menjelaskan, sebanyak 1.727 peserta program tersebut terdiri atas 1.692 pekerja dan 35 pengawas.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.