Jakarta (ANTARA) - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Greenlab Indonesia menguji kualitas air sumur yang digunakan masyarakat Raja Ampat, Papua Barat Daya, untuk memperoleh data mengenai kondisi sumber air bersih setempat.
Pengujian tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM dengan mengambil sampel dari sejumlah sumur yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Direktur Greenlab Indonesia Saprian mengatakan pengujian diperlukan karena kondisi air tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tampilan fisik, warna, maupun tingkat kejernihannya.
"Kami mendukung penuh kegiatan pengujian kualitas air ini karena akses terhadap air bersih bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga kepastian bahwa air tersebut memiliki kualitas yang aman dan sesuai dengan peruntukannya," kata Saprian dalam keterangannya.
Menurut dia, pemeriksaan laboratorium dapat memberikan informasi objektif mengenai kondisi sumber air sekaligus mengetahui kesesuaiannya dengan baku mutu berdasarkan peruntukan.
Hasil pengujian juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi parameter tertentu yang memerlukan perhatian lebih lanjut apabila ditemukan kondisi yang belum sesuai dengan standar.
Saprian menjelaskan data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan air, mulai dari perlindungan sumber air, peningkatan sanitasi di sekitar sumur hingga perbaikan sistem penyimpanan.
Selain itu, apabila diperlukan, hasil pemeriksaan dapat menjadi rujukan untuk menentukan metode pengolahan air yang sesuai dengan kondisi setempat.
"Melalui kolaborasi bersama KKN-PPM UGM, kami ingin membantu masyarakat Raja Ampat memperoleh informasi yang objektif mengenai kondisi sumber air mereka," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM terlibat dalam proses pengambilan sampel sekaligus membantu menyampaikan informasi mengenai hasil pengujian kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.
Kegiatan itu juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan di sekitarnya agar kualitas air tetap terpelihara.
Program pengujian kualitas air tersebut turut didukung World Bank Group, Research and Development for Societal Impact (RDSI) UGM, serta Rentokil Initial.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan mitra lainnya itu diharapkan dapat memperkuat pengelolaan air bersih berbasis data sekaligus mendukung lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkelanjutan di Raja Ampat.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.