Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat, meraih penghargaan dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo setelah mengembangkan inovasi pengolahan limbah hasil produksi pangan organik menjadi pakan untuk mendukung program ketahanan pangan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto di Cibinong, Rabu, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya jajarannya dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Polres Bogor meraih juara dua Lomba Ketahanan Pangan Polri kategori Inovasi Tingkat Polres Kluster I dalam Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (11/8) malam.
"Raihan ini menegaskan transformasi peran Polres Bogor yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum, tetapi juga aktif melahirkan program strategis yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," kata Wikha.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Polres Bogor yakni memanfaatkan limbah hasil produksi pangan organik menjadi pakan sehingga material yang sebelumnya menjadi limbah dapat kembali memiliki nilai guna.
Pemanfaatan tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan rantai pasok pakan yang lebih efisien dan mandiri dengan mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan.
Menurut Wikha, program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan personel kepolisian bersama kelompok masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah.
Ia menyebut penghargaan tingkat nasional tersebut didedikasikan kepada seluruh personel Polres Bogor serta kelompok masyarakat yang selama ini terlibat dan konsisten menjalankan program ketahanan pangan.
Wikha juga berkomitmen melanjutkan pengembangan inovasi di sektor pangan sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah sekaligus mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Bogor.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.