Depok (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menantang para cendekiawan dan ahli-ahli sejarah untuk menulis sejarah secara komprehensif atau secara menyeluruh.

"Kita ini membutuhkan sebenarnya ahli-ahli, cendekiawan-cendekiawan. Sejarah kita belum banyak yang ditulis secara utuh," kata Fadli Zon usai memberikan sambutan saat acara Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya UI, Kota Depok, Jabar, Selasa.

Fadli mencontohkan sejarah Majapahit, selalu bicara kebesaran Majapahit, tapi kita tidak punya buku yang utuh memotret sejarah atau menuliskan sejarah Majapahit dalam satu kajian yang komprehensif. Mulai dari ekonomi, politik, kehidupan sehari-hari, budaya, agama, dan lain-lainnya.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebut AI juga perangkat untuk memajukan kebudayaan

"Yang kita harapkan ke depan kita mempunyai itu sebagai referensi. Majapahit, Sriwijaya, Pajajaran, Samudera Pasai, dan kerajaan-kerajaan Nusantara yang besar yang mempunyai jejak peradaban yang juga besar di nusantara ini," ujarnya.

Begitu juga dengan cagar-cagar budaya, bangunan-bangunan Candi Borobudur, Prambanan dan lainnya belum ditulis secara utuh.

Fadli menjelaskan dari sisi anggaran pemerintah berkomitmen untuk memajukan selain Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika
(STEM) juga di humaniora.

"Baru juga kemarin Presiden memberikan anggaran tambahan terutama untuk riset yang cukup besar," ujarnya.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026