Karawang (ANTARA) - Pengelola kawasan industri KIKC di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat siap menyambut kehadiran para pelaku usaha untuk berinvestasi di kawasan yang cukup strategis.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC), Ade Cahya Kurniawan, di Karawang, Selasa menyampaikan kawasan industri yang dikelola ini memiliki beberapa keunggulan. 

Ia menjelaskan, keunggulan utama kawasan ini terletak pada statusnya yang telah mengantongi izin program Kemudahan Langsung Investasi Konstruksi (KLIK) dari BKPM Pusat sehingga memungkinkan pelaku usaha langsung membangun pabrik setelah mendapatkan izin prinsip.

Baca juga: Realisasi investasi di Karawang tahun 2025 capai Rp70,77 triliun

Kawasan ini juga menyediakan kepastian suplai air industri dan air tanpa mineral (demin water), jaringan listrik yang stabil, serta tersedianya lintasan pipa gas alam.

Ia menyampaikan, KIKC mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu terpusat guna memastikan aktivitas manufaktur tetap selaras dengan kelestarian ekosistem sekitar.

Ade Cahya menyampaikan, dari ratusan hektare lahan yang tersedia di kawasan industri KIKC, kini tersisa 26 hektare yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menanamkan investasinya di kawasan tersedia.

"KIKC ini merupakan objek vital. Jadi investasi di sini dijamin aman dan nyaman untuk usaha. Bahkan aksesnya cukup mudah ke ruas tol," kata dia.

Baca juga: Karawang tetap jadi daerah sasaran investor pada 2025

Dari sisi geografis, lokasi KIKC disebutkan sangat kompetitif karena berada di titik temu konektivitas utama Jawa Barat. Kawasan industri ini terletak tepat di sekitar gerbang tol (interchange) utama, yang menghubungkan Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang (Jakarta-Bandung), dan Tol Cikampek-Palimanan (Cipali).

Akses multimoda ini memberikan kemudahan mobilitas logistik, baik menuju pelabuhan utama maupun ke pusat-pusat distribusi besar di Pulau Jawa.

"Kami dari pengelola siap melakukan pelayanan terhadap pelaku usaha yang berinvestasi di KIKC, dengan terus memperbaharui fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan," katanya.

Bahkan jika pelaku usaha tidak ingin repot, pihak pengelola kawasan industri juga bisa membantu proses pembangunan pabrik. 



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026