Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan permainan tradisional menjadi alternatif efektif dalam mengurangi ketergantungan anak pada gawai atau screen time yang berlebihan.
"Sejak Peringatan Hari Anak Nasional 2025, kami mendorong permainan tradisional sebagai solusi untuk anak-anak kita agar tidak berlebihan menggunakan gawai. Kami menyampaikan apresiasi kepada Tanoker Ledokombo yang konsisten menginisiasi festival ini dari tahun ke tahun," kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Baca juga: Menbud sebut permainan tradisional harus terus dihidupkan di era perkembangan teknologi
Ia menilai festival ini sebagai langkah strategis berbasis komunitas dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus menguatkan karakter anak.
"Bagi saya ini perhelatan luar biasa karena berangkat dan tumbuh dari akar rumput, serta kesadaran masyarakat untuk membangun Ledokombo dan Jember menjadi lebih mandiri serta berdaya," kata Arifah Fauzi.
Menurut dia, permainan tradisional seperti egrang merupakan kearifan lokal yang sejak dahulu menjadi ruang interaksi, kerja sama, dan perajut kebersamaan masyarakat.
Ia menambahkan permainan tradisional sarat akan nilai penting kehidupan, mulai dari gotong royong, sportivitas, komunikasi, saling menghargai, kesetaraan, hingga kebersamaan.
Baca juga: Spot foto jadi cara Kota Tua ajak generasi muda lestarikan budaya
Melalui permainan tradisi, anak-anak belajar bersosialisasi secara aktif, sementara keluarga dan masyarakat mendapatkan ruang inklusif untuk mempererat tali silaturahmi.
"Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama agar anak-anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut kehadiran Menteri PPPA menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan program pemerintah daerah dengan kebijakan pusat.
Baca juga: Permainan tradisional bisa jadi aktivitas alternatif di sekolah guna kurangi anak bermain medsos
"Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri PPPA, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, termasuk festival," kata Fawait.
Pada kesempatan yang sama, sepuluh kepala desa di Kecamatan Ledokombo mendeklarasikan komitmen pengembangan Ruang Bersama Indonesia.
Pewarta: Anita Permata DewiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.