Karawang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendistribusikan 704.000 liter air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram di Karawang, Senin mengatakan pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kemarau terus dilakukan.

"Sejak sekitar sebulan lalu hingga Senin ini, sebanyak 704.000 liter air bersih telah didistribusikan ke daerah yang dilanda kekeringan, guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.

Baca juga: Krisis air bersih di Karawang meluas hingga 9 desa

Dari 704.000 liter air bersih yang didistribusikan ke daerah yang dilanda kekeringan, sebanyak 258.000 liter air bersih distribusikan langsung oleh BPBD Karawang.

Sedangkan sebanyak 446.000 liter air bersih lainnya didistribusikan atas kolaborasi BPBD Karawang dengan sejumlah pihak, termasuk pihak swasta.

Sesuai dengan data BPBD Karawang, hingga kini kekeringan melanda 14 desa yang tersebar di lima kecamatan. Sebanyak 5.325 keluarga yang terdiri atas16.129 jiwa terdampak musim kemarau hingga mengalami krisis air bersih.

Ke-14 desa yang dilanda kekeringan ialah Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari dan Desa Medalsari di Kecamatan Pangkalan. Kemudian Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng di Kecamatan Tegalwaru.

Baca juga: 2.585 keluarga di enam desa sekitar Karawang krisis air bersih akibat kemarau

Desa lainnya yang dilanda kekeringan ialah Desa Mulyasejati, Kutanegara dan Parungmulya di Kecamatan Ciampel, lalu Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat serta Desa Sukaluyu, Puserjaya dan Desa Sirnabaya di Kecamatan Telukjambe Timur.

Ferry menyampaikan, BPBD Karawang akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang terdampak kekeringan sekaligus memastikan pendistribusian air bersih berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketersediaan sumber air dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau," katanya.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026