Depok, Jawa Barat (ANTARA) - Doktor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Rahman Putra merancang model kebijakan fiskal hibrida untuk mengoptimalkan keuntungan tak terduga (windfall profits) dari kenaikan harga batu bara bagi negara.

"Lonjakan harga batu bara dunia pada 2022 menghasilkan windfall profits bagi perusahaan tambang di Indonesia," kata Rahman di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Senin.

Namun, mekanisme fiskal yang berlaku dinilai belum mampu menangkap keuntungan berlebih tersebut secara optimal, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara belum maksimal.

"Indonesia membutuhkan sistem fiskal yang tidak hanya mampu menangkap keuntungan luar biasa ketika harga komoditas meningkat, tetapi juga tetap memberikan kepastian bagi dunia usaha ketika harga kembali normal," ujar Rahman.

Baca juga: FIA UI dan Zhejiang University bertukar pengalaman tata kelola kampus

Berdasarkan temuan tersebut, Rahman mengembangkan model kebijakan fiskal hibrida dua lapis (two-tier hybrid fiscal system).

Model tersebut menggabungkan sliding scale royalty sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas penerimaan negara dengan windfall profits tax yang diterapkan ketika harga batu bara melampaui ambang tertentu.

Rahman juga merekomendasikan penyempurnaan kebijakan fiskal melalui penerapan sistem royalti yang lebih adaptif terhadap perubahan harga, pemberlakuan pajak windfall secara bersyarat, penguatan distribusi dana bagi hasil bagi daerah penghasil, serta penyusunan aturan transisi yang memberikan kepastian hukum bagi kontrak pertambangan yang telah berjalan.

Dari sisi kebijakan publik, model tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah merancang sistem fiskal pertambangan yang lebih adaptif terhadap dinamika harga komoditas global, sekaligus meningkatkan optimalisasi penerimaan negara dan menjaga iklim investasi sektor batu bara.

Baca juga: UI dan 4 universitas terkemuka di dunia bentuk asosiasi sekolah kebijakan publik Asia

Disertasi Rahman berjudul "Desain Kebijakan Fiskal atas Windfall Profits Sektor Batu Bara di Indonesia Berbasis Simulasi Monte Carlo" mengkaji bagaimana instrumen fiskal dapat dirancang agar mampu mengoptimalkan penerimaan negara tanpa mengurangi daya saing industri pertambangan batu bara.

Penelitian ini menguji berbagai pilihan instrumen pajak/royalti untuk mengelola keuntungan tak terduga di sektor batu bara dengan mengombinasikan simulasi Monte Carlo untuk memproyeksikan berbagai skenario harga batu bara serta analisis kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam bersama pemerintah, DPR, dan pelaku industri pertambangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap instrumen fiskal memiliki karakteristik yang berbeda.

Baca juga: UI-Zhejiang University China kolaborasi akademik dan pertukaran budaya

Windfall profits tax (pajak atas keuntungan tak terduga) terbukti efektif meningkatkan penerimaan negara ketika harga batu bara melonjak, sedangkan sliding scale royalty (royalti bertingkat mengikuti harga) mampu menjaga stabilitas penerimaan pada berbagai kondisi pasar.

Sementara itu, dua jenis pajak atas rente sumber daya alam yakni resource rent tax dan brown tax, menawarkan efisiensi ekonomi yang tinggi, tetapi membutuhkan kesiapan administrasi yang lebih kompleks.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026