Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengkaji model kemitraan dengan pihak swasta untuk mengembangkan layanan bus listrik sebagai upaya menekan penggunaan anggaran daerah dalam penyediaan transportasi publik.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Jumat, mengatakan pemerintah daerah masih membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dalam pengadaan dan pengoperasian armada bus listrik yang saat ini masih dalam tahap uji coba.
"Kami masih berharap ini dapat berkolaborasi dengan pihak swasta," kata Rudy.
Menurut dia, Pemkab Bogor menawarkan skema kerja sama dengan menyiapkan lahan parkir, stasiun pengisian daya, serta sumber daya manusia, sehingga kebutuhan anggaran dari APBD dapat diminimalkan.
"Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar," ujarnya.
Selain untuk layanan transportasi massal, pemerintah daerah juga mengkaji penyediaan armada bus listrik yang dikhususkan bagi sektor pariwisata.
Rute yang dipertimbangkan antara lain menghubungkan Cibinong dengan Kebun Raya Bogor, Stadion Pakansari, Margo City, hingga kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur.
Rudy menegaskan pengembangan bus listrik diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan layanan transportasi publik, tetapi juga mendorong efisiensi pembiayaan melalui kemitraan dengan sektor swasta serta mendukung pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Bogor.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.