Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuka opsi koridor baru layanan bus listrik hingga kawasan Citeureup setelah uji coba operasional pada rute Bojonggede-Sentul berlangsung selama tiga bulan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Jumat, mengatakan evaluasi uji coba tidak hanya mencakup kebutuhan biaya operasional, tetapi juga rencana perluasan jaringan pelayanan dan penyesuaian dengan trayek angkutan umum yang telah beroperasi.
"Kami meminta segera dikomunikasikan terlebih dahulu dengan beberapa pengusaha angkutan yang ada. Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan terobosan baru tidak mengganggu dunia usaha yang sudah ada lebih awal," ujar Rudy.
Baca juga: Menjemput masa depan hijau di koridor Bojonggede-Sentul
Baca juga: BTS bus listrik trayek Bojonggede-Sentul butuh Rp12 miliar setahun
Ia menjelaskan, koridor uji coba saat ini melayani rute Bojonggede-Sirkuit Sentul-Sentul City. Ke depan, Pemkab Bogor mengkaji pembukaan koridor baru dari Bojonggede menuju kawasan Exit Tol Citeureup.
Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga tengah membahas kemungkinan penambahan koridor lain bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari pengembangan layanan transportasi publik.
"Tadi Dinas Perhubungan sudah melaporkan telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk mengambil beberapa kebijakan terkait transportasi masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemkab Bogor mulai operasiokan dua bus listrik Sentul-Bojonggede gratis
Menurut Rudy, pengembangan layanan bus listrik diarahkan untuk memperluas akses transportasi massal sekaligus tetap menjaga keberlangsungan usaha angkutan umum melalui komunikasi dengan para operator trayek yang telah lebih dulu beroperasi.
Pemkab Bogor masih mengevaluasi hasil uji coba bus listrik sebelum menetapkan skema operasional permanen beserta pengembangan koridor layanan berikutnya.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.