Depok (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terus mengembangkan riset yang dapat memberikan solusi bagi penanganan luka kaki pada diabetes dengan menggunakan kolagen untuk percepat penyembuhan.

Doktor FKUI dr Meiliati Aminyoto di Depok, Kamis, mengatakan hasil riset menemukan suplementasi kolagen berpotensi membantu mempercepat penyembuhan ulkus kaki diabetik sebagai terapi pendamping pengobatan standar.

Meiliati meneliti manfaat kolagen dalam mendukung proses penyembuhan luka pada pasien diabetes.

Baca juga: Akademisi UI ungkap bahaya baru paparan timbal bagi kesehatan

Penelitian melibatkan 69 pasien ulkus kaki diabetik. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi 10 gram kolagen hidrolisat setiap hari selama 21 hari mengalami penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan pasien yang hanya menerima terapi standar.

Pemberian kolagen juga meningkatkan kadar albumin serum, protein yang berperan dalam pembentukan jaringan baru, serta menunjukkan kecenderungan penurunan proses inflamasi yang mendukung penyembuhan luka.

“Kolagen mudah diserap tubuh dan kaya akan asam amino untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Selain membantu pembentukan jaringan baru, kolagen menciptakan kondisi yang lebih baik bagi proses penyembuhan luka. Karena bahan bakunya relatif mudah diperoleh, jenis protein ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai terapi pendamping yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Baca juga: UI kembangkan sistem "home uroflowmetry" nirkabel pemeriksa gangguan kemih

Temuannya ini memperkuat pentingnya pendekatan nutrisi dalam penanganan ulkus kaki diabetik.

Meski masih diperlukan penelitian lanjutan pada populasi yang lebih luas untuk memastikan manfaat jangka panjangnya, hasil penelitian ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam mengembangkan terapi yang lebih efektif, aman, dan mudah diakses bagi penyandang diabetes.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKUI, Prof Neng Tine Kartinah mengapresiasi capaian akademik dr Meiliati.

Ia menilai penelitian tersebut memiliki kontribusi penting bagi pengembangan ilmu gizi klinik dan pelayanan kesehatan.

Temuan mengenai manfaat kolagen sebagai terapi pendamping membuka peluang pengembangan penanganan yang lebih efektif, aman, dan terjangkau bagi pasien diabetes.

"Saya berharap penelitian ini terus dikembangkan sehingga dapat bermanfaat lebih luas bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kualitas hidup pasien di Indonesia,” ujar Prof Neng Tine.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026