Karawang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), mencatat daerah yang dilanda kekeringan hingga mengalami krisis air bersih semakin meluas, sebanyak 4.044 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri atas 12.155 jiwa di sembilan desa terdampak kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram saat dihubungi di Karawang, Kamis, menyampaikan ribuan keluarga di enam desa yang terdampak kemarau itu tersebar di empat kecamatan.

Keempat kecamatan yang dilanda kekeringan itu antara lain Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Kecamatan Telukjambe Barat. Sesuai dengan catatan BPBD Karawang, hingga saat ini daerah terparah yang dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini ialah Kecamatan Tegalwaru.

Baca juga: 2.585 keluarga di enam desa sekitar Karawang krisis air bersih akibat kemarau
Baca juga: Pemkab Karawang Jabar mulai salurkan air bersih ke daerah krisis air

Meski hanya dua desa yang terdampak, yakni Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng, tapi jumlah warga terdampak kekeringan cukup banyak, mencapai 1.386 KK dengan 3.876 jiwa.

Sedangkan di Kecamatan Pangkalan  1.728 jiwa dari 656 KK di Desa Kertasari, Mulangsari, dan Desa Jatilaksana, terdampak bencana kekeringan hingga mengakibatkan krisis air bersih.

Kemudian di Kecamatan Telukjambe Barat, krisis air bersih pada musim kemarau ini melanda Desa Wanakerta. Tercatat sebanyak 417 KK yang terdiri atas 1.590 jiwa terdampak di desa itu.

Baca juga: 10 desa di Karawang alami krisis air bersih di musim kemarau

Sementara di Kecamatan Ciampel terdapat sekitar 1.200 KK di tiga desa yang terdampak kekeringan, yakni Desa Parungmulya, Mulyasejati dan Desa Kutanegara.

Feri menyampaikan sejak sejumlah daerah di Karawang mengalami kekeringan pada 11 Juni 2026 hingga kini, BPBD Karawang bersama pihak terkait terus mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang dilanda krisis air bersih.

BPBD Karawang menyatakan akan terus memantau perkembangan bencana kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau.

Bencana kekeringan ini meluas jika dibandingkan sekitar sepekan lalu, yang sebelumnya hanya melanda enam desa di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, dan Kecamatan Ciampel.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026