Kabupaten Bogor (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa untuk mengedukasi masyarakat menerapkan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Andri Hadian di Cibinong, Rabu, mengatakan GPM Istimewa tidak hanya menyediakan bahan pangan pokok dengan harga di bawah pasar, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan pentingnya diversifikasi konsumsi pangan.
"Melalui GPM ini kami ingin menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengedukasi tentang B2SA," kata Andri.
Baca juga: Polres Bogor dan Bulog gelar Gerakan Pangan Murah jelang Lebaran
Ia menjelaskan, konsep B2SA mengajak masyarakat mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal, sehingga tidak bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama.
Dalam GPM Istimewa tersebut, DKP menyediakan sekitar tiga ton bahan pangan, meliputi beras premium seharga Rp57.000 per lima kilogram, minyak goreng Rp17.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta berbagai jenis tepung, seperti tepung ketan dan tepung tapioka.
Menurut Andri, pelaksanaan GPM akan terus dilakukan secara rutin sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Tujuannya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Bogor gelar Gerakan Pangan Murah Istimewa tekan harga pangan saat Ramadhan
DKP Kabupaten Bogor menargetkan menyelenggarakan sekitar 50 kali GPM Istimewa sepanjang 2026. Selain itu, masing-masing kecamatan ditargetkan menggelar GPM sebanyak 11 kali dalam setahun.
Dengan target tersebut, total pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di seluruh Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500 kali kegiatan hingga akhir tahun.
Andri menambahkan, GPM Istimewa diprioritaskan menjelang hari besar keagamaan nasional, seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.