Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menanamkan nilai-nilai integritas kepada para siswa melalui kegiatan edukasi bertajuk Pariwara Antikorupsi sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang jujur serta menolak segala bentuk praktik korupsi.

Kegiatan edukasi ini berlangsung di SMAN 3 Cikarang Utara dengan menghadirkan narasumber pengurus perkumpulan penyuluh antikorupsi dan ahli pembangun integritas (Paksiapi) Wilayah Jawa Barat Krishna Kusumo Pambudhi yang juga auditor internal pada Inspektorat Kabupaten Bekasi.

"Pengenalan nilai-nilai integritas sejak dini penting untuk mencetak generasi muda bertanggung jawab serta memiliki karakter jujur," kata Krishna di Cikarang, Rabu.

Ia mengatakan para pelajar pada kegiatan ini diberikan pemahaman terkait bahaya praktik korupsi sekaligus menanamkan budaya disiplin, jujur serta bertanggung jawab terhadap apa pun yang sedang dikerjakan.

Dengan membiasakan diri berperilaku demikian dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal serta pergaulan, mereka akan terhindar dari perilaku negatif, termasuk tindakan-tindakan yang mengarah pada praktik korupsi.

Di lingkungan sekolah misalnya, korupsi waktu dengan datang terlambat dapat dicegah melalui kebiasaan berperilaku disiplin. Begitu pula sifat jujur saat memutuskan tidak mencontek maupun membayar sesuai jumlah makanan yang diambil dari kantin sekolah.

"Pada intinya, kami berupaya mencetak generasi mendatang yang dibekali integritas dalam diri, menjauhkan sifat-sifat atau perilaku koruptif dan tumbuh sebagai penerus bangsa yang unggul serta berdaya saing tinggi," ucapnya.

Kepala SMAN 3 Cikarang Utara Saepuloh mengatakan pendidikan antikorupsi penting diberikan kepada pelajar agar mereka memahami bahaya korupsi sekaligus membangun karakter jujur, bertanggung jawab dan berintegritas sejak di bangku sekolah.

"Hari ini siswa kami mendapatkan pemahaman mengenai antikorupsi. Ini menjadi bekal penting agar mereka mampu mengantisipasi berbagai bentuk perilaku koruptif sejak dini dengan membiasakan sikap jujur dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia menyampaikan praktik korupsi dapat terjadi di berbagai sektor kehidupan sehingga pendidikan karakter menjadi fondasi utama agar generasi muda mampu menolak segala bentuk penyimpangan.

Dirinya juga mengaitkan nilai tersebut dengan konsep Gapura Panca Waluya yang menjadi karakter pelajar Jawa Barat yakni 'Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer'. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi benteng moral bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

"Kalau dasar iman dan karakter sudah kuat, Insya Allah anak-anak mampu menghindari berbagai perilaku negatif, termasuk tindakan-tindakan yang mengarah pada korupsi. Kejujuran harus dibiasakan dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Saepuloh mengingatkan para siswa agar selalu menjaga integritas baik di dalam maupun luar lingkungan sekolah maupun saat memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar dapat dimanfaatkan secara positif.

"Saya berharap kegiatan edukasi antikorupsi seperti ini terus dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia pendidikan untuk membentuk generasi muda berintegritas, berkarakter dan siap menjadi pemimpin yang bersih di masa mendatang," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026