Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI dan PT MRT Jakarta memperkenalkan sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirkontak atau teknologi EMV Contactless untuk memudahkan transaksi pengguna.
"Pada hari ini, sistem pembayaran tiket dengan kartu kredit nirkontak pada layanan MRT Jakarta secara resmi saya luncurkan. Semoga langkah ini semakin memperkuat layanan transportasi publik yang modern, inklusif, dan mendukung Jakarta menjadi kota global yang tangguh," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peresmian kartu kredit nirkontak di Stasiun Bundaran HI Jakarta, Rabu.
Kartu kredit berlogo Visa dan Mastercard ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan sistem pembayaran lainnya.
Baca juga: MRT Jakarta-KAI siapkan integrasi Stasiun Monas dan Gambir
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung visi dan misi Jakarta menjadi kota global yang mendunia dengan tersedianya transportasi umum yang terintegrasi dan inklusif.
"Sehingga dengan demikian, sebagai kota global, Jakarta sekarang ini harus menjadi kota yang sejajar dengan kota-kota yang sudah menerapkan ini, di antaranya adalah Singapura, Tokyo, Shanghai, New York, Kuala Lumpur, Hong Kong, Sydney dan sebagainya," tutur Pramono.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tercatat 2,5 juta orang melakukan kunjungan ke Jakarta. Angka tersebut menjadi acuan dan diharapkan mampu memaksimalkan manfaat dari penggunaan kartu kredit nirkontak tersebut.
Baca juga: MRT Jakarta pastikan perjalanan di ruas Stasiun Senayan-ASEAN tetap aman
Kini, PT MRT Jakarta (Perseroda) memiliki beragam pilihan metode pembayaran. Salah satunya, yaitu berupa gantungan kunci sebagai alat untuk pembayaran tiket secara digital, yang terintegrasi dengan ekosistem gaya hidup bernama allride dengan menggandeng Tahilalats.
Kemudian, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menghadirkan pilihan layanan pembayaran tiket dengan menggunakan e-wallet GoPay pada aplikasi MyMRTJ.
Pewarta: Luthfia Miranda PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.