Tokyo (ANTARA) - Layanan kereta api cepat Kyushu Shinkansen dihentikan pada Rabu setelah gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda Prefektur Kumamoto di sebelah barat daya Jepang.

Sementara itu, layanan trem akan kembali beroperasi dengan pengurangan kecepatan di Kota Kumamoto, menurut Dinas Perhubungan Kota Kumamoto, yang memperingatkan bahwa layanan dapat ditangguhkan jika terjadi gempa bumi kuat lagi.

Badan meteorologi setempat meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Sistem transportasi kereta api, jalan raya, dan udara di prefektur tersebut mengalami gangguan sejak gempa bumi pada Selasa (28/7), yang tercatat mencapai intensitas maksimum pada angka 7 di skala intensitas gempa Jepang.

Baca juga: Pusat perbelanjaan ambruk imbas gempa besar Kumamoto, puluhan orang terjebak
Baca juga: Gempa kuat magnitudo awal 6,1 kembali guncang Jepang Timur Laut, fasilitas nuklir aman
Baca juga: Gempa magnitudo 6,9 guncang Jepang timur laut pada Kamis pagi, tak berpotensi tsunami

Setelah gempa terjadi, sebuah ledakan mengguncang pusat perbelanjaan di Kumamoto, yang dioperasikan grup Aeon, dan tim penyelamat masih dalam upaya pencarian korban hilang.

Pada Rabu, pihak berwenang setempat menyebutkan dua perempuan dipastikan meninggal dunia dan seorang wanita ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Sekitar 200 orang berhasil dievakuasi dari mal tersebut sebelum bangunan itu meledak dan lantai dua runtuh, demikian menurut pihak berwenang.

Sumber: Kyodo

 



Pewarta: Fransiska Ninditya
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026