Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berkomitmen menjaga aliran-aliran sungai yang menjadi pusat kehidupan agar terus lestari dan digunakan untuk beragam aktivitas sosial masyarakat sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan bertajuk River Cleanup Day dirangkaikan aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Cikadu, Kecamatan Cikarang Selatan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menggandeng pengelola kawasan industri setempat.
"Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama membersihkan sampah di aliran sungai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan melalui penghijauan di kawasan sempadan sungai," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Senin.
Menurut dia menjaga kebersihan sungai merupakan hal penting untuk terus memastikan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat, termasuk bagi petani di kala musim kemarau sekaligus mencegah terjadi musibah banjir maupun tanah longsor.
Baca juga: DLH Bekasi angkut tumpukan sampah sungai antisipasi kekeringan sawah
Upaya pelestarian lingkungan di aliran Sungai Cikadu ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan ekosistem tetap seimbang dan kehidupan warga sekitar menjadi lebih sehat.
Donny turut mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian sungai dengan melakukan kegiatan gotong royong secara berkala serta mengelola limbah rumah tangga dengan baik maupun tidak membuang sampah di saluran air.
Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah dan pengelola kawasan industri ini sebagai bentuk kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan. Aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pihak bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
"Tanggung jawab pengelolaan sampah bukan hanya pemerintah atau kami saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk swasta," ujarnya.
Baca juga: DLH Bekasi lakukan aksi bersih-bersih sampah di Sungai Cikarang Hilir
Menurut dia Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menegaskan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat menjadi faktor penting mengatasi persoalan sampah.
"Ketika semua orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, kita berharap dapat bekerja bersama menuntaskan persoalan sampah demi meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar kita," katanya.
Pengelola Kawasan Industri Hyundai Ismi menjelaskan River Cleanup Day merupakan program yang kembali dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen mendukung pelestarian lingkungan di sekitar kawasan industri.
"Ini menjadi awal yang baik bagi kami. Sungai merupakan salah satu ekosistem yang sangat penting sehingga perlu dijaga bersama agar memberikan manfaat bagi lingkungan," ujarnya.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.