Makassar (ANTARA) - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Unhas mengembangkan PLASTERA (Plastic Decomposer Era), sebuah pembungkus limbah popok berbasis biokomposit sebagai solusi mengatasi limbah popok yang sulit terurai.
Ketua tim Unhas Andi Aliyah Tenri Awaru dalam keterangannya di Makassar, Minggu, menjelaskan inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di masyarakat, dan menghadirkan solusi terhadap masalah yang hampir tidak disadari publik.
Perlu ada antisipasi dalam pengelolaan limbah popok untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.
“Secara ilmiah, kami memanfaatkan karakteristik beberapa biomaterial. Pati yang diekstraksi dari kulit singkong berfungsi sebagai bahan utama pembentuk bioplastik yang lebih mudah terurai dibandingkan plastik berbasis minyak bumi," ujarnya.
Inovasi ini memanfaatkan limbah organik berupa kulit singkong dan cangkang telur, serta diperkaya eco-enzyme untuk mendukung proses biodegradasi.
Baca juga: Unhas kantongi izin edar BPOM untuk 15 produk inovasi
"Sementara itu, serbuk cangkang telur dimanfaatkan sebagai penguat struktur material sehingga meningkatkan kekuatan mekanis pembungkus. Integrasi eco-enzim diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung aktivitas mikroorganisme dalam proses penguraian limbah organik,” katanya.
Selain aspek lingkungan, PLASTERA juga dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis pengguna. Kantong pembungkus dilengkapi perekat agar limbah popok dapat ditutup lebih rapat, membantu mengurangi bau tidak sedap, serta memiliki desain yang ringkas sehingga mudah dibawa saat bepergian.
Pewarta: Abdul KadirUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.