"Terjuni bidang yang anda minati, kemudian yakin bisa menjalankan usaha itu,"
Bogor (Antara) - Direktur Recognition and Mentoring Program (RAMP) IPB Dr Aji Hermawan mengharapkan generasi muda tidak takut dan khawatir terjun dalam bidang wirausaha.

"Terjuni bidang yang anda minati, kemudian yakin bisa menjalankan usaha itu," katanya pada Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1434-H bertema kewirausahaan yang digagas kolaboratif antara media massa, Serikat Pekerja Antara (SPA), Yayasan At-Tawassuth Bogor, yang didukung sejumlah mitra, Minggu.

Mitra tersebut adalah Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara pada Pusat Regional Asia Tenggara untuk Biologi Tropika (SEAMEO-BIOTROP), IM2-Indosat, Taman Safari Indonesia

(TSI) Cisarua, PT Biofarma, PT APRIL Management Indonesia/RAPP, PT Indocement Tunggal Prakarsa (Tbk), PT Jamsostek, PT Chevron Geothermal Salak, PT Kimia Farma, PT Pupuk Kaltim, dan PT Antam.

Pada sesi yang dimoderatori Dr drh RP Agus Lelana, staf pengajajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB -- Aji Hermawan mengatakan bahwa menjadi wirausaha tidak harus semata-mata tergantung pada adanya modal yang besar, karena ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan seseorang yang terjun pada dunia usaha.

"Karena itu, sekali lagi, jangan khawatir untuk menekuni wirausaha," katanya.

Menurut dia, dengan adanya "skill" dan ide-ide menarik yang unik dan tidak dimiliki orang lain, maka peluang keberhasilan dalam wirausaha menjadi lebih kuat.

Sanlat yang berlangsung dua hari, 13-14/7 itu, menurut Ketua SPA Rahmad Nasution, mengusung tema kewirausahaan dengan pertimbangan bahwa pada masyarakat Indonesia ukuran kesuksesan hidup hingga saat ini masih belum bisa keluar dari pandangan menjadi pegawai di kantor pemerintah, baik sipil maupun non-sipil.

"Alhasil, hanya menjadi pegawai negeri seperti itulah yang kemudian menjadi ukuran. Akibatnya, dampak yang sering ditemui adalah menghalalkan segala cara untuk meraihnya meski fakta kerasnya peluang menjadi pegawai terbatas," kata Ketua SPA itu.

Menurut dia, jumlah wirausaha Indonesia masih kurang dari dua persen (total jumlah penduduk), dan kondisi itu tentu sangat ketinggalan jika dibandingkan dengan negara maju lainnya, seperti

Amerika Serikat yang memiliki jumlah wirausahaa mencapai 11,5 persen dari total angkatan kerja, Singapura jumlah wirausahawan mencapai tujuh persen, dan Malaysia lima persen dari populasi penduduk negara tersebut.

Sedangkan Direktur SEAMEO-BIOTROP Dr Bambang Purwantara DVM MSc menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh pada kegiatan Sanlat Ramadhan mengenai kewirausahaan itu.

"Kami mendukungan Sanlat Ramadhan dengan tema kewirausahaan itu karena selama ini kami juga bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui hasil riset aplikatif," katanya.

Ia menjelaskan selama ini organisasi tersebut telah memberikan banyak pelatihan kewirausahaan, di antaranya pertanian organik, perikanan, seperti budi daya ikan gabus, nila, gurame, lele dengan kolam terpal (knock down), jamur tiram, kuping, dan lainnya.

Menurut dia, tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan, namun organisasi itu juga memberikan pendampingan bagi yang akan melanjutkan lebih serius untuk terjun dalam bidang wirausaha

juga bisa difasilitasi untuk pendampingan.

Bambang Purwantara ketika menutup Sanlat tersebut mengharapkan kegiatan positif dan edukatif itu bisa menjadi agenda tahunan.

"Kami siap membantu dan bekerja sama untuk kegiatan semacam ini, yang ke depan bisa dikemas dengan tema-tema aktual lainnya," katanya.

Pewarta: Oleh Andi Jauhari
Editor : Teguh Handoko

COPYRIGHT © ANTARA 2026