Jakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mendukung Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) sebagai wadah pembentukan karakter anak melalui olahraga sepak bola sejak usia dini.

Bendahara Umum DPP LDII Richan Nurhasan Mudzakar di Jakarta, Sabtu, mengatakan dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan LDII pada Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026 yang diikuti sekitar 11.000 atlet kelompok usia U-10 dan U-12 dari berbagai daerah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur.

"Program ini sejalan dengan pembinaan karakter yang selama ini dilakukan LDII agar pembentukan karakter dapat dilakukan sejak usia dini," kata Richan.

Ia menjelaskan pembinaan karakter melalui FORSGI selaras dengan 29 karakter luhur yang dikembangkan LDII. Menurut dia, terdapat tiga nilai utama yang dapat ditanamkan melalui sepak bola, yakni rukun, kompak, dan kerja sama.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tidak hanya penting saat bertanding, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Richan juga mengimbau para atlet menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti kompetisi.

"Bermainlah dengan fair play, bermain baik, dan bermain indah. Melalui sepak bola, anak-anak diharapkan mampu mengimplementasikan karakter-karakter luhur yang selama ini dibina LDII," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum FORSGI Agus Riyanto mengatakan festival nasional tersebut menjadi bagian dari pembinaan pesepak bola usia dini untuk menyiapkan bibit-bibit atlet nasional.

Ia berharap dari proses pembinaan itu lahir pemain-pemain yang mampu memperkuat tim nasional Indonesia hingga tampil di ajang Piala Dunia.

Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026 dibuka Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema.

Gabriel mengatakan pembinaan olahraga usia dini tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter kebangsaan, seperti cinta tanah air, semangat rela berkorban, serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

"Anak-anak usia 10 dan 12 tahun inilah yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa," katanya.



 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026