Kota Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjadikan Kampung Pancuran, Kota Salatiga, Jawa Tengah, sebagai inspirasi memperkuat gerakan peduli lingkungan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan kawasan permukiman.

"Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Membangun budaya peduli lingkungan memang membutuhkan waktu, tidak bisa instan. Dibutuhkan konsistensi, edukasi, dan keterlibatan seluruh masyarakat," katanya dalam keterangan diterima di Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Kampung Pancuran dikenal sebagai kawasan yang berhasil menjaga kualitas lingkungan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Kebersihan sungai, lingkungan permukiman yang tertata, dan budaya gotong royong menjadi hasil dari upaya yang dibangun secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Dedie berdialog dengan tokoh masyarakat Kampung Pancuran, Suratno, yang menjadi salah satu penggerak pelestarian lingkungan di wilayah itu.

Baca juga: Wawali Kota Bogor ajak warga Bogor peduli lingkungan dan santuni yatim
Baca juga: Begini cara kerja PSEL di Bogor dan dampaknya bagi lingkungan

Dari dialog tersebut, ia memperoleh gambaran bahwa perubahan Kampung Pancuran menjadi kawasan yang bersih dan nyaman tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan melalui proses sekitar 20 tahun yang didukung konsistensi, edukasi, perubahan perilaku, dan keterlibatan masyarakat.

Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Bogor dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya sungai yang memiliki peran penting bagi kehidupan perkotaan.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh tumbuhnya budaya masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga: Wali Kota Bogor dinobatkan sebagai pemimpin inovatif dan peduli lingkungan

"Yang paling penting adalah bagaimana membangun kesadaran bahwa lingkungan ini milik kita bersama. Ketika masyarakat bergerak bersama, menjaga sungai, menjaga kebersihan, maka perubahan besar bisa terjadi," ujarnya.

Dedie mengatakan pengalaman Kampung Pancuran akan menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk menjaga kebersihan sungai, meningkatkan kualitas ruang hidup masyarakat, serta memperkuat gerakan gotong royong di tingkat kewilayahan.

"Semoga pengalaman Kampung Pancuran ini dapat menjadi inspirasi bagi Kota Bogor untuk terus memperkuat gerakan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kota yang nyaman, sehat, dan berwawasan lingkungan," katanya.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026