Bogor (ANTARA) - Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan menyoroti peran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan transparansi dan keandalan pelaporan keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui kuliah tamu internasional di Bogor.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam International Guest Lecture bertema When AI Meets ESG: Building Transparent and Reliable Sustainability Reporting yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Bisnis Digital Fakultas Vokasi IBI Kesatuan di Aula B kampus tersebut, Senin.

Narasumber dari Multimedia University Cyberjaya, Malaysia, Abdul Aziz Ahmad mengatakan perkembangan AI telah membawa transformasi signifikan terhadap proses pengumpulan, analisis, hingga penyajian data keberlanjutan.

"Pemanfaatan AI membantu organisasi meningkatkan kualitas pelaporan ESG melalui otomatisasi proses dan analisis data secara real-time," katanya.

Menurut dia, meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas perusahaan membuat penguasaan teknologi digital, khususnya AI, menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki calon profesional di bidang akuntansi dan bisnis.

Ia menjelaskan integrasi AI dengan praktik ESG diyakini mampu memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan melalui pelaporan yang lebih akurat dan dapat dipercaya.

Kuliah tamu internasional tersebut diikuti mahasiswa dan dosen Fakultas Vokasi IBI Kesatuan. Diskusi yang berlangsung membahas implementasi AI dalam bidang akuntansi, audit, pelaporan keberlanjutan, serta tata kelola perusahaan di era transformasi digital.

Ketua Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Bisnis Digital Fakultas Vokasi IBI Kesatuan mengatakan penyelenggaraan International Guest Lecture merupakan bagian dari strategi internasionalisasi program studi sekaligus implementasi kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Melalui kegiatan tersebut, kata dia, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan global mengenai perkembangan teknologi terkini serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan berorientasi pada keberlanjutan.

Ia menambahkan program studi akan terus menghadirkan berbagai kegiatan akademik bertaraf internasional sebagai upaya memperkuat kompetensi lulusan di bidang akuntansi digital, kecerdasan buatan, dan pelaporan keberlanjutan.

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring global, serta mendukung terwujudnya lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing internasional," katanya.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026