Kabupaten Bogor (ANTARA) - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengajak keluarga memanfaatkan pangan lokal untuk memenuhi gizi anak sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pencegahan stunting.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto dalam sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor dan diikuti kader Pokja III PKK dari 40 kecamatan di Cibinong, Kamis.

Eva mengatakan ketahanan pangan keluarga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurut dia, ibu memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan sehat sejak usia dini.

"Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Ibu memiliki peran strategis dalam membiasakan anak mengonsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Dari keluarga yang kuat, kita dapat melahirkan generasi Indonesia Emas," katanya.

Baca juga: Pemkab Bogor gandeng TP-PKK percepat digitalisasi UMKM
Baca juga: Pemkab Bogor libatkan PKK perkuat pembinaan 444 ribu pelaku UMKM

Ia juga mengajak kader PKK terus mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan melalui urban farming dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Selain itu, kader diminta mengenalkan kembali pangan lokal seperti ubi, singkong, dan jagung kepada anak-anak sebagai bagian dari budaya konsumsi pangan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Andri Hadian mengatakan gerakan B2SA tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membangun pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Menurut Andri, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi yang lebih beragam, aman, dan terjangkau dengan memanfaatkan potensi pangan lokal serta pekarangan rumah. Bahkan, upaya tersebut juga berpeluang memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

Baca juga: Ketua TP-PKK Bogor arahkan seluruh kader bijak sikapi arus informasi era digital

"Program B2SA adalah gerakan bersama untuk mengubah perilaku konsumsi masyarakat agar tidak bergantung pada satu jenis pangan. Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dan pekarangan rumah, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi yang lebih beragam, aman, terjangkau, bahkan bernilai ekonomi," ujarnya.

Ia menambahkan kolaborasi antara DKP dan TP PKK menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi ketahanan pangan hingga tingkat desa dan keluarga.

Andri berharap kader PKK dari 40 kecamatan dapat menjadi agen perubahan dalam menyosialisasikan pola konsumsi B2SA, mengembangkan menu berbasis pangan lokal, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kabupaten Bogor.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026