Moskow (ANTARA) - Tiga tanker minyak mencoba melintasi wilayah Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau, di mana satu di antaranya meledak, menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Kamis.
"Tiga tanker minyak dukungan Amerika Serikat mencoba melintasi rute yang telah dipasangi ranjau di sebelah selatan Selat Hormuz. Setelah salah satu kapal tanker itu meledak dan terbakar, dua kapal lainnya segera berbalik arah dan mundur," kata IRGC seperti dikutip Press TV.
IRGC menyatakan tidak ada tanker minyak yang diizinkan masuk maupun keluar.
"Setiap kapal, yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama," tegas IRGC.
Baca juga: IRGC sebut jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau
Baca juga: Iran: Selat Hormuz tetap ditutup hingga AS penuhi persyaratan
Sebelumnya, Rabu (22/7), Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi mengatakan jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau.
"Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat," kata Mohebbi.
Presiden AS Donald Trump pun pada Rabu itu juga mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk di Teheran, setiap kali Iran melancarkan serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Asri Mayang SariUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.