Depok (ANTARA) - Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)  Syamsurizal mengatakan eksistensi dan kebutuhan terhadap tenaga akuntansi di pemerintahan maupun korporasi masih cukup signifikan namun mereka harus terus beradaptasi dengan dinamika serta  perkembangan teknologi yang begitu cepat.

"Dahulu memang sempat ada kekhawatiran Ilmu Akuntansi akan tergantikan sesuai dengan perkembangan teknologi digital, namun hingga saat ini tidak terjadi, tenaga manusia masih dibutuhkan," kata Syamsurizal usai acara seminar nasional Akuntansi dan Manajemen di Aula Auditorium PNJ Depok, Rabu.

Pada kesempatan itu Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melakukan desiminasi hasil skripsi mahasiswa ekonomi, artikel dari akademisi dan praktisi sebanyak 167 peserta yang berasal dari sembilan provinsi di Indonesia.

Syamsurizal  memaparkan bahwa ahli akuntansi saat terjadi kesenjangan dimana banyak yang memasuki usia pensiun, sedangkan di tengah kosong saat ini baru merekrut tenaga muda akuntansi.

"Memang ada terjadi gap yang jauh yang usia pensiun dan tenaga muda," jelasnya.
 

Ia menyebutkan  lapangan kerja ilmu akuntansi sangat luas seperti di perbankan, OJK, akuntan publik, sektor keuangan, pajak, asuransi dan lainnya.

Sementara itu Ketua Jurusan Akuntansi PNJ  Dr. Bambang Waluyo mengatakan saat ini perkembangan ilmu akuntansi sangat pesat sesuai perkembangan AI.

Apapun mesin yang mengendalikan adalah  manusia," ujarnya.

Menurut dia standar internasional terus diadaptasi. Pelaporan Akuntansi juga tidak hanya tentang rugi laba saja, tetapi juga kebermanfaatan untuk masyarakat sekitarnya dan juga tanpa merusak lingkungan.

"Tidak bisa kami tutup mata terhadap perkembangan yang pesat ini. Kuncinya adalah adaptasi terhadap perubahan," katanya.

Ketua Pelaksana Kegiatan Seminar Dr Titi Suhartati mengatakan acara ini dilaksanakan selama dua hari secara online dan offline.

"Hasil dari seminar ini berupa artikel masuk jurnal yang dipublikasikan," katanya.



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026