Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengerahkan dua unit alat berat jenis ekskavator untuk menormalisasi Kali Kemang di Kecamatan Kemang sebagai upaya mengatasi pendangkalan sungai dan mengurangi risiko banjir.
Camat Kemang Imam Mahmudi, usai pelaksanaan normalisasi, Selasa, mengatakan normalisasi menjadi langkah konkret Pemkab Bogor untuk mengembalikan fungsi sungai agar aliran air kembali lancar.
"Kami mengapresiasi sinergi DLH Kabupaten Bogor yang bergerak cepat melakukan normalisasi di wilayah Kemang. Titik ini memang sudah lama mengalami pendangkalan dan menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air," kata Imam.
Normalisasi dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Kemang dengan fokus pengerukan dan pendalaman aliran sungai di kawasan Desa Parakan Jaya, tepatnya di jalur Kali Angke hingga Jalan Raya Parung.
Berdasarkan data pemerintah setempat, normalisasi di lokasi tersebut terakhir dilakukan pada 2005. Selama lebih dari dua dekade, sedimentasi menyebabkan pendangkalan sehingga aliran air tidak berjalan optimal dan memicu hambatan aliran hingga kawasan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Desa Kemang.
Imam berharap pengerukan dan pendalaman sungai dapat mengoptimalkan fungsi aliran air sehingga mampu meminimalkan risiko banjir, terutama saat musim hujan.
Normalisasi tidak hanya dilakukan di Desa Parakan Jaya, tetapi juga akan dilanjutkan di sejumlah titik lain di Kecamatan Kemang, meliputi Desa Kemang, Pondok Udik menuju Rancabungur, serta Desa Jampang.
Untuk wilayah Desa Jampang, pekerjaan pengerukan, pendalaman, dan pelebaran sungai telah rampung. Saat ini DLH Kabupaten Bogor memasuki tahap akhir berupa pembersihan material dan puing hasil normalisasi.
Imam menyatakan normalisasi sungai dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan guna menjaga fungsi sungai, memperlancar aliran air, serta mengurangi potensi banjir di wilayah Kecamatan Kemang dan sekitarnya.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.