Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah menyalurkan lebih dari 500 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan yang mencakup 20 kecamatan, 97 desa, dan 105 titik selama musim kemarau.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Senin, mengatakan pemerintah daerah mempercepat penanganan dampak kekeringan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi, khususnya sektor pertanian serta perikanan, tidak terganggu.
"Lebih baik bersiap sebelum darurat. Itulah prinsip kami dalam mengantisipasi potensi kekeringan di Kabupaten Bogor," kata Rudy saat memimpin rapat koordinasi penanganan kekeringan di Pendopo Bupati Bogor.
Baca juga: BPBD Bogor kirim 10.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan penanganan kekeringan berjalan optimal, mulai dari distribusi air bersih, penguatan sumber-sumber air, hingga kesiapan penetapan status tanggap darurat apabila kondisi terus memburuk.
Rudy menjelaskan distribusi air bersih yang telah dilakukan menjangkau 20 kecamatan, 97 desa, dan 105 titik dengan total volume lebih dari 500 ribu liter.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor selama musim kemarau.
Baca juga: Pemkab Bogor bangun jaringan pipanisasi air di wilayah rawan kekeringan
Ia menegaskan pemerintah daerah mengedepankan langkah cepat dalam menangani dampak kekeringan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski musim kemarau berlangsung.
"Bagi kami, mencegah lebih baik daripada mengatasi. Kami hadir lebih awal dan bekerja lebih cepat untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bogor," ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen memastikan penanganan dampak kekeringan berjalan efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan risiko yang ditimbulkan musim kemarau dapat diminimalkan.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.