Jakarta (ANTARA) - Guru IPA SMP di Kota Cirebon merancang proyek "Smart Jemuran" berbasis koding dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai media pembelajaran kontekstual yang mengangkat potensi lokal industri Batik Trusmi.
Proyek tersebut dikembangkan dalam Pelatihan STEM-KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Minggu.
Pelatihan diikuti 31 guru IPA SMP dari sekolah negeri dan swasta di Kota Cirebon sebagai bagian dari program Pengembangan Profesionalisme Guru IPA Kota Cirebon melalui Pelatihan STEM Terintegrasi KKA Berbasis Potensi Lokal.
Dosen Program Studi Pendidikan IPA FPMIPA UPI Ai Nurlaelasari Rusmana memandu peserta mengenal mikrokontroler micro:bit beserta fitur-fiturnya, kemudian berlatih koding dasar menggunakan Microsoft MakeCode.
Kemampuan tersebut selanjutnya diterapkan dalam proyek "Smart Jemuran", yakni jemuran otomatis yang dapat menutup sendiri ketika sensor mendeteksi hujan.
Proyek itu dirancang tidak hanya sebagai latihan teknis, tetapi juga mengintegrasikan konsep IPA mengenai siklus air dan perubahan iklim dengan potensi lokal Kota Cirebon, yakni industri Batik Trusmi yang proses penjemuran kain atau mepe sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Melalui pendekatan tersebut, para guru diajak memahami bagaimana sains, koding, dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan nyata di lingkungan sekitar sekaligus menjadi materi pembelajaran yang lebih kontekstual bagi siswa.
Pada sesi berikutnya, peserta dibimbing menyusun rancangan pembelajaran STEM terintegrasi koding dan kecerdasan artifisial dengan memanfaatkan teknologi AI. Pendampingan dilakukan oleh dosen Program Studi Pendidikan IPA FPMIPA UPI Amaira Utami bersama dosen Program Studi Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Dewi Susanti.
Program tersebut bermitra dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Cirebon yang diketuai Elva Virdianastuty serta didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Salah seorang peserta, guru SMP Negeri 6 Kota Cirebon Rifa'i Al Ayubi, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan pembelajaran IPA yang lebih aplikatif.
"Kegiatan pelatihan pembelajaran STEM dengan micro:bit ini sangat bermanfaat, seru, dan menjadi hal baru bagi saya. Pembelajaran IPA jadi lebih bermakna bagi siswa dan lebih aplikatif untuk menyelesaikan masalah-masalah di lingkungan siswa," katanya.
Pelatihan pada 19 Juli itu merupakan tahap kedua dari rangkaian program STEM-KKA. Sebelumnya, peserta telah mengikuti pelatihan daring mengenai konsep STEM, koding, kecerdasan artifisial, serta integrasi potensi lokal dalam pembelajaran IPA.
Tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 melalui implementasi pembelajaran STEM-KKA di kelas dengan metode lesson study, sehingga guru dapat menerapkan rancangan pembelajaran yang telah disusun bersama para siswa.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.