Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mewacanakan pengembangan aplikasi untuk memantau perkembangan pohon yang ditanam siswa sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hal itu usai menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Gunung Batu 2, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin.
"Kami ingin anak-anak mulai diperkenalkan untuk peduli kepada lingkungan. Salah satunya masing-masing anak diminta belajar menanam pohon. Tujuannya agar mereka mengenal alam dan belajar bersama-sama melestarikan lingkungan," kata Dedie.
Baca juga: Pemkot Bogor minta siswa baru tanam satu pohon
Baca juga: Walkot Bogor tanam pohon bersama Forest For Life
Menurut Dedie, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Pemkot Bogor akan mengembangkan aplikasi yang memungkinkan perkembangan pohon yang ditanam para siswa dipantau secara berkala.
Melalui sistem tersebut, kata dia, siswa diharapkan tidak hanya menanam, tetapi juga merawat pohon hingga tumbuh besar selama menempuh pendidikan di sekolah.
"Selain menanam, para siswa juga belajar merawat. Harapannya sejak kelas satu hingga kelas enam SD ada pohon yang tumbuh dengan baik, bahkan sudah berbunga atau berbuah," ujarnya.
Dedie menegaskan penanaman pohon menjadi bagian dari pembelajaran karakter untuk membangun kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.