Bogor (ANTARA) - Megabintang Lionel Messi memiliki momen sama dengan pendahulunya mendiang Maradonna yakni gagal melakukan 'back to back" juara Piala Dunia atau berakhir sama-sama menjadi runner up.
Piala Dunia 2026, kemungkinan menjadi ajang terakhir buat Messi yang saat ini telah berusia 30 tahun.
Di akhir babak final dan usai menerima medali perak, Messi berdiri memandang tribun yang penuh penonton dengan air mata dari kedua matanya.
Finish Runner Up
Maradonna membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dan runner up Piala Dunia 1990. Lawan di final sama yakni Jerman Barat.
Sementara Lionel Messi memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan menjadi runner up Piala Dunia 2026 di akhir kariernya.
Kartu Merah
Dalam kedua final terakhir sang mega bintang juga diwarnai dengan kartu merah yang diterima rekannya.
Pada Piala Dunia 1990, dua kartu merah diberikan wasit Cordesal kepada Pedro Monzon dan Gustavo Dezoti. Kartu merah Monzon adalah katu merah pertama yang dikeluarkan wasit dalam sejarah final Piala Dunia.
Sama halnya Messi dan Argentina hari ini, partai final diwarnai kartu merah untuk Enzo Fernandes.
Kartu merah mengubah jalannya final Piala Dunia bagi keduanya.
Kalah 0-1
Maradonna dan Messi sama-sama mengakhiri Piala Dunia-nya dengan kekalahan 0-1 di final.
Pada Piala Dunia 1990, Maradonna dan Argentina runner up setelah kalan 0-1 dari Jerman Barat melalui gol penalti Andreas Brehme.
Pada Piala Dunia 2026, Messi dan Argentina finish di runner up setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres.
Nomor 10
Maradonna dan Messi sama-sama berlaga di Piala Dunia dengan mengenakan nomor punggung 10.
Yang pasti, kedua megabintang sepak bola ini sama-sama telah mengukir namanya cukup dalam di hati publik sepak bola dunia.
Pewarta: Pewarta BPJEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.