Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam kegiatan Bazar UMKM memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tingkat Karawang, di Lapangan Karangpawitan.
"Peringatan Harkopnas kali ini dimeriahkan dengan Pameran Koperasi dan Bazar UMKM," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Karawang, Minggu.
Ia menyampaikan, Pameran Koperasi dan Bazar UMKM ini diikuti ratusan peserta, terdiri atas 18 koperasi dan sisanya 150 pelaku UMKM serta 90 pelaku usaha lainnya.
"Pesertanya ialah pelaku UMKM yang bergerak di berbagai jenis kuliner," kata bupati.
Disebutkan, kegiatan yang digelar dalam memeriahkan Harkopnas 2026 tingkat Karawang digelar selama dua hari, yakni pada Sabtu hingga Minggu (18-19) Juli 2026.
Selain Pameran Koperasi dan Bazar UMKM, kegiatan memeriahkan Harkopnas ini juga diramaikan dengan kegiatan gerak jalan yang diikuti sekitar 4.000 orang.
Bupati mengatakan, Harkopnas tahun ini diarahkan untuk memperkuat gerakan koperasi di wilayah Karawang, sebagai penggerak ekonomi rakyat.
"Koperasi dan UMKM adalah pilar utama penggerak ekonomi masyarakat, koperasi dan UMKM adalah pilar utama ekonomi kerakyatan yang membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat," katanya.
Menurut dia, momentum Harkopnas ini menjadi pengingat bahwa koperasi bukan sekadar wadah ekonomi, tetapi juga semangat gotong-royong yang telah lama menjadi kekuatan bangsa.
Peringatan Harkopnas di Karawang tahun ini semakin semarak dengan hadirnya Bazar UMKM di Lapangan Karangpawitan, yang sejak beberapa hari terakhir turut memeriahkan kegiatan nonton bareng Piala Dunia.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa ketika ruang berkumpul dibuka, ekonomi kerakyatan pun ikut bergerak," katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan koperasi dan UMKM agar semakin maju.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.