Kabupaten Bogor (ANTARA) - Universitas Djuanda memanfaatkan terapi musik untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui program pendampingan yang digelar di LKS ABK INSHIRA, Bogor.

Program bertajuk Harmoni Komunikasi: Pendampingan Pengembangan Bahasa Pragmatik Anak Berkebutuhan Khusus melalui Terapi Musik itu diikuti 25 anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Reguler Tahun 2026.

Ketua Tim PKM Universitas Djuanda Megan Asri Humaira mengatakan terapi musik dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu mendorong anak mengekspresikan diri sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi dalam suasana yang menyenangkan.

"Terapi musik memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri sekaligus melatih kemampuan komunikasi dalam suasana belajar yang menyenangkan. Kami berharap metode ini dapat terus diterapkan oleh pendamping dan orang tua agar manfaatnya berkelanjutan," kata Megan dalam keterangannya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut memadukan terapi musik, latihan komunikasi, permainan edukatif, dan aktivitas kelompok untuk mengembangkan kemampuan bahasa pragmatik serta meningkatkan kepercayaan diri peserta.

Selama pendampingan, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, lebih berani mengungkapkan pendapat, serta lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

Perwakilan LKS ABK INSHIRA mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan antusiasme belajar sekaligus kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus.

Program PKM tersebut dipimpin Megan Asri Humaira bersama Anne Effane, Novi Maryani, Nafisah Deviyanti, Rahma Khoerunnisa, dan Suci Fatimah. Kegiatan ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasarkan Kontrak Nomor Induk 207/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026.

Universitas Djuanda berharap program Harmoni Komunikasi dapat menjadi model pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan maupun layanan inklusif.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026