Subang (ANTARA) - Bupati Subang Reynaldy Putra memastikan proses pemadaman kebakaran sampah di lahan eks tempat pembuangan akhir (TPA) Panembong yang sudah berlangsung selama sepekan terus dilakukan.

"Kebakaran itu dipicu oleh gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah selama bertahun-tahun," kata bupati saat meninjau kegiatan pemadaman di eks TPA Panembong Subang, Kamis.

Ia mengaku selama ini banyak menerima laporan atau pengaduan masyarakat terkait bau menyengat yang berasal dari asap di lokasi eks TPA tersebut.

Disebutkan, peninjauan langsung proses pemadaman kebakaran sampah di lahan eks TPA Panembong dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan lancar. Diharapkan tidak lagi menimbulkan gangguan asap sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat.

Baca juga: DLH Jabar siapkan sejumlah langkah mitigasi cegah kebakaran TPA Sarimukti saat kemarau
Baca juga: Menteri LH sebut sisa area terbakar di TPA Jatiwaringin tinggal 3,6 persen

Menurut dia, asap yang masih terlihat di sekitar lokasi kebakaran sampah itu merupakan bagian dari proses pendinginan untuk memadamkan api yang masih menyala di dalam timbunan sampah.

Kebakaran sampah di lahan eks TPA Panembong terjadi sejak Jumat (10/7).

Pemerintah Kabupaten Subang melakukan pemadaman dengan menurunkan 40 tangki air serta puluhan personel pemadam kebakaran.

Sementara untuk mencegah peristiwa kebakaran sampah terulang, bupati menyampaikan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke lahan eks tempat pembuangan sampah.

Menurut dia, lahan eks TPA Panembong dan titik pembuangan sampah di Jalancagak akan ditutup.

Dalam penanganan sampah, Pemkab Subang akan membangun TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kecamatan sekitar Subang.

"Tahun ini mulai dilakukan pembangunan empat TPS 3R, sebagai percontohan pengelolaan sampah. Ke depan di seluruh kecamatan akan ada TPS 3R," katanya.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026