Kabupaten Bogor (ANTARA) - DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyerap aspirasi untuk membangun jembatan penghubung Bogor-Tangerang yang dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat kedua daerah.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam Reses Masa Sidang III Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) V yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara di Kantor Kecamatan Parungpanjang, Rabu.

Sastra menegaskan reses merupakan tugas konstitusional anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sebagai bahan yang akan diperjuangkan dalam pembangunan daerah.

"Reses adalah tugas konstitusional anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat," ujar Sastra.

Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat yaitu pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang di Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Parungpanjang Acep Humaedi mengatakan keberadaan jembatan tersebut penting untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kedua daerah.

"Lokasi jembatan berada di Desa Jagabaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang. Bahkan Bupati Tangerang sudah meninjau lokasi tersebut. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera merealisasikan pembangunan jembatan itu," kata Acep.

Selain pembangunan jembatan, DPRD Kabupaten Bogor menyerap sejumlah aspirasi lain, mulai dari pembangunan rumah sakit, perbaikan jalan, perluasan lapangan kerja, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pencegahan peredaran obat-obatan keras dan terlarang.

Sastra mengatakan DPRD akan berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat mengenai pembangunan rumah sakit.

"Tadi ada aspirasi mengenai pembangunan rumah sakit. Kami akan berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti usulan tersebut," katanya.

Dalam reses itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang Jainal Adnan juga mengusulkan pembangunan gedung dakwah sebagai pusat kegiatan keagamaan serta jaminan kesehatan bagi guru mengaji dan pimpinan pondok pesantren.

"Kami berharap ada pembangunan gedung dakwah di Kecamatan Parungpanjang. Selain itu, kami juga mengusulkan agar para guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan," ujar Jainal.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026