Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memanfaatkan momentum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk mengajak siswa baru menggunakan teknologi informasi sebagai penunjang belajar sekaligus meningkatkan literasi digital agar tidak terjebak dampak negatif media sosial.

Ketua Tim Penyedia Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Iwan Eli Setiawan saat sesi edukasi MPLS SMP Plus El-Wafa mengatakan pemanfaatan teknologi termasuk media sosial dapat membantu siswa tetap fokus menggapai cita-cita di tengah deras arus informasi digital.

"Yang pertama kami memotivasi anak-anak agar semangat menggapai masa depan. Setelah itu kami menjelaskan berbagai hambatan yang mungkin mereka hadapi dalam mencapai cita-cita, termasuk pengaruh media sosial yang dapat mengganggu proses belajar," katanya di Cikarang, Rabu.

Ia menjelaskan, media sosial memiliki dua sisi yang harus dipahami oleh para pelajar. Selain memberikan banyak manfaat, media sosial juga dapat menjadi sumber distraksi yang membuat siswa kehilangan fokus terhadap pendidikan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pencegahan cyber bullying. Para peserta didik diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan di ruang digital beserta dampaknya sekaligus mengajak mereka membangun budaya saling menghargai baik di lingkungan sekolah maupun media sosial.

"Kami mengingatkan agar anak-anak tidak melakukan perundungan, terlebih cyber bullying, mempermalukan teman-temannya di media sosial. Mereka harus tetap fokus pada proses belajar dan membangun karakter yang baik," katanya.

Iwan juga mengajak pelajar memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu belajar, bukan sekadar jalan pintas untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Dia menekankan penggunaan AI harus diarahkan untuk memahami proses memperoleh jawaban, bukan hanya sebatas mengejar hasil akhir. Setiap informasi yang diperoleh dari internet maupun AI tetap perlu diverifikasi kepada guru agar pemahaman siswa semakin kuat.

"Teknologi sudah berkembang sangat pesat. Apa yang dipelajari di sekolah bisa diperkaya melalui teknologi informasi, tetapi jangan hanya mengambil jawaban akhir. Yang lebih penting adalah memahami proses lalu mengonfirmasi kembali kepada guru," ucapnya.

Dirinya berpesan agar para pelajar memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai distraksi digital sebab memiliki cita-cita saja tidak cukup, tetapi juga harus disertai kemampuan menjaga fokus di tengah derasnya informasi yang beredar di internet.

"Media sosial bisa menjadi distraksi yang besar, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk mendukung cita-cita apabila dimanfaatkan dengan benar. Karena itu, anak-anak harus memperkuat fokus agar tidak mudah terpengaruh opini maupun hal-hal yang mengalihkan perhatian dari tujuan mereka," ucapnya.

Guru Bahasa Inggris SMP Plus El-Wafa Fitriawati mengatakan kegiatan edukasi literasi digital ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 sekaligus sebagai tambahan wawasan siswa baru agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan tepat guna.

"Materi yang disampaikan Pemkab Bekasi melalui Diskominfo ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pelajar saat ini. Banyak informasi termasuk soal etika bermedia sosial yang bisa jadi bekal berharga anak-anak. Bagaimana memanfaatkannya dengan bijak serta lebih berhati-hati supaya terhindar dari dampak negatif," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026