Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mewujudkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 secara aman dan ramah melalui imbauan yang ditujukan kepada segenap sumber daya manusia yang beraktivitas di lingkungan satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman mengatakan bahwa MPLS merupakan masa penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun kemampuan beradaptasi dengan budaya belajar yang baru.
"Semua pihak terkait sudah kami imbau untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta ramah bagi siswa selama menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah," katanya di Cikarang, Rabu.
Melalui imbauan itu, pihaknya meminta seluruh kepala sekolah, guru maupun panitia untuk memastikan kegiatan MPLS bersifat edukatif serta terbebas dari segala bentuk perpeloncoan, kekerasan, maupun hal lain.
Baca juga: Wali Kota Bekasi arahkan MPLS dikemas secara menyenangkan
Menurut dia momentum hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman berkesan bagi peserta didik karena mendapatkan dukungan langsung dari orang tua saat memulai perjalanan pendidikan di lingkungan yang baru.
"Hari pertama ini saya melihat aura kebahagiaan dari para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Mudah-mudahan momen ini menjadi kenangan indah sekaligus motivasi bagi anak-anak dalam memulai tahun ajaran baru," ucapnya.
Ia menekankan keberhasilan masa pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya diukur dari beragam fasilitas maupun prestasi yang telah dicapai tetapi juga dari tumbuhnya rasa aman, nyaman dan percaya diri bagi para peserta didik baru.
"Mari kita dampingi murid-murid dengan hati dan penuh empati sehingga MPLS Ramah 2026 benar-benar terwujud di Kabupaten Bekasi," ucapnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga memastikan akan menindaklanjuti setiap temuan maupun laporan pelanggaran selama penyelenggaraan MPLS sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: KPAD Bekasi sosialisasi cegah perundungan di sekolah saat MPLS
"Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan. Namun, kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar kejadian seperti itu tidak terjadi," ujarnya.
Pihaknya juga terus berupaya memberikan pelayanan terbaik meski diakui terdapat sejumlah keterbatasan, terutama dari segi daya tampung sekolah negeri sehingga belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh peserta didik baru.
"Memang kami akui, rasio ruang belajar, sarana prasarana serta jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi masih belum sepenuhnya ideal. Namun, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Peran sekolah swasta juga sangat penting untuk memperluas akses pendidikan," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.