Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kepolisian memburu pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan masih hidup di lahan kosong dekat Perumahan Grand Wisata, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Tambun Selatan Polres Metro Bekasi Komisaris Pol. Wuryanti di Cikarang, Rabu, mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku.
"Kami mulai melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku," katanya.
Ia mengatakan empat saksi telah dimintai keterangan sejak bayi tersebut ditemukan pada Selasa (14/7). Mereka di antaranya seorang pemulung yang pertama kali menemukan bayi dan sejumlah pedagang di sekitar lokasi.
Meski demikian, polisi belum memperoleh petunjuk yang mengarah kepada pelaku maupun identitas orang tua bayi tersebut.
Baca juga: Penelantar Bayi Di TPA Bekasi Diburu
Baca juga: Polisi selidiki penemuan jasad bayi di Kali Pacing Bekasi
Proses penyelidikan juga terkendala minimnya petunjuk di lokasi kejadian. Area penemuan merupakan lahan kosong yang sepi, tidak dilengkapi kamera pengawas, dan bukan jalur yang ramai dilalui masyarakat.
"Yang jelas kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut," ujarnya.
Wuryanti memastikan bayi perempuan itu telah mendapatkan penanganan medis. Setelah menerima laporan warga, petugas mendatangi lokasi dan mengevakuasi bayi yang mengalami demam ringan, kekurangan cairan, serta tampak menguning.
"Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi, memeriksa kondisi bayi, kemudian mengevakuasi karena kondisinya agak hangat seperti demam, kurang cairan, dan terlihat agak kuning," ujarnya.
Bayi yang ditemukan tanpa pakaian dan hanya terbungkus kain bekas itu sempat dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi guna menjalani perawatan intensif.
"Alhamdulillah sekarang bayinya sudah dalam keadaan sehat," katanya.
Baca juga: Polisi tangkap pasangan kekasih pembuang bayi di Tambun Bekasi
Berdasarkan pemeriksaan medis, bayi tersebut diperkirakan berusia tiga hari dengan berat 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi.
"Hanya di hidung sempat ada kemerahan yang kemungkinan akibat gigitan semut atau serangga," katanya.
Setelah mendapatkan penanganan medis, petugas berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi karena bayi tersebut berstatus anak telantar.
"Setelah dirawat di RSUD, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena bayi ini merupakan anak terlantar," ujarnya.
Bayi itu ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh seorang pemulung bernama Kandar yang semula mengira bayi tersebut telah meninggal dunia karena tidak bergerak dan tidak menangis.
Setelah memastikan kondisinya menggunakan sebatang kayu dan bayi mulai bergerak serta menangis, Kandar segera meminta bantuan warga dan melaporkan penemuan itu kepada aparat setempat.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.