Bogor (ANTARA) - Akademisi asal Amerika Serikat Victor A. Meledge-Ade menilai Generasi Z perlu menguasai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara etis serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif untuk menjadi pemimpin maupun wirausahawan di era digital.
"Generasi Z dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan teknologi, mampu memanfaatkan AI secara etis, serta memiliki keterampilan kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi," kata Victor dalam International Guest Lecture di Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Victor yang merupakan Head of the Faculty of Geography sekaligus GIS Program Coordinator di Metropolitan Community College, Amerika Serikat, mengatakan perkembangan AI tidak hanya mengubah cara organisasi dan perusahaan beroperasi, tetapi juga menggeser kompetensi yang harus dimiliki calon pemimpin dan wirausahawan muda.
Menurut dia, perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut generasi muda untuk tidak sekadar mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan pengembangan bisnis.
Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, berpikir kritis, serta membangun kolaborasi dinilai menjadi bekal penting bagi Gen Z dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan ekosistem bisnis digital yang berkembang pesat.
Victor menyampaikan pandangan tersebut dalam International Guest Lecture bertema "Leading in the Digital Age: Management Skills for Gen Z Entrepreneurs in the Era of Artificial Intelligence" yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Digital Fakultas Vokasi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari TALKMISI International Guest Lecture Batch 6 itu merupakan kolaborasi Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Digital Fakultas Vokasi dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Vokasi IBI Kesatuan.
Forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan akademik bertaraf internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai kepemimpinan, kewirausahaan, dan perkembangan teknologi AI.
Fakultas Vokasi IBI Kesatuan juga terus mengembangkan internasionalisasi pendidikan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri untuk memperkuat kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.
Melalui kegiatan tersebut, IBI Kesatuan mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap transformasi digital sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.