Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, meminta setiap siswa baru di seluruh jenjang pendidikan menanam satu pohon pelindung atau pohon buah pada awal tahun ajaran sebagai upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Balai Kota Bogor, Senin, mengatakan program tersebut perlu dilaksanakan secara konsisten agar para siswa tidak hanya menanam, tetapi juga merawat dan memelihara pohon yang ditanam.
"Bila setiap anak di bangku sekolah melakukan penanaman pohon, merawat, dan memeliharanya serta dilaksanakan secara konsisten, maka ancaman pemanasan global yang nantinya mengancam masa depan kehidupan manusia dapat diredam," kata Dedie.
Menurut dia, perubahan iklim semakin ekstrem belakangan ini, ditandai dengan munculnya fenomena El Nino dan La Nina sebagai dampak pemanasan global.
Oleh karena itu, kata dia, masa depan anak-anak harus diselamatkan melalui peningkatan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sejak usia sekolah.
"Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa terlalu banyak menghadapi kondisi yang menyulitkan untuk bertahan hidup," ujarnya.
Dedie meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor segera menyiapkan aturan dan melaksanakan program tersebut secara konsisten.
Program penanaman satu pohon oleh setiap siswa baru itu ditargetkan mulai diterapkan pada awal tahun ajaran baru 2026 yang dimulai pada 15 Juli 2026.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.