Indramayu (ANTARA) - Saksi mata kecelakaan maut pick up Daihatsu Grand Max di di Jalur Pantai Utara (Pantura), Kecamatan Lohbener, Indramayu Jawa Barat juga melibatkan dua truk Hino ukuran besar. 

Menurut saksi mata, seperti diungkapkan Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan saat dikonfirmasi di Indramayu, Minggu, menyebutkan  mobil pick up Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh sopir bernama Warkidi, melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan membawa 17 penumpang.

“Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino Wing Box,” katanya.

Akibat benturan tersebut, kata dia, mobil pick up terdorong ke depan hingga bertabrakan dengan truk Hino bak berpelat E 8846 BA yang datang dari arah berlawanan.

“Kemudian kendaraan pikap terdorong ke depan tertabrak oleh kendaraan truk Lost Bak Hino BA yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya.

Masnan mengatakan, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga penumpang mobil pikap meninggal dunia dan belasan korban lainnya mengalami luka-luka.

Ia merinci korban luka terdiri atas 11 orang mengalami luka ringan, serta empat orang mengalami luka berat.

Satlantas Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, serta telah melakukan penanganan di lokasi kejadian



Pewarta: Fathnur Rahman
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026