Indramayu (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura), Kecamatan Lohbener, Indramayu hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia pada Minggu siang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan saat dikonfirmasi di Indramayu, Minggu, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan mobil pikap Daihatsu Grand Max, truk Hino Wing Box, dan truk Hino bak.
Ia menjelaskan mobil pikap Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh sopir bernama Warkidi, melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan membawa 17 penumpang.
“Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino Wing Box,” katanya.
Baca juga: Kecelakaan beruntun libatkan tiga kendaraan di jalur pantura Batang
Baca juga: Satu truk terbalik di Jalur Pantura Karawang akibat jalan berlubang
Baca juga: Tiga orang dikabarkan meninggal dalam kecelakaan di Jalur Pantura Subang
Akibat benturan tersebut, kata dia, mobil pikap terdorong ke depan hingga bertabrakan dengan truk Hino bak berpelat E 8846 BA yang datang dari arah berlawanan.
“Kemudian kendaraan pikap terdorong ke depan tertabrak oleh kendaraan truk Lost Bak Hino BA yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya.
Masnan mengatakan, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga penumpang mobil pikap meninggal dunia dan belasan korban lainnya mengalami luka-luka.
Ia merinci korban luka terdiri atas 11 orang mengalami luka ringan, serta empat orang mengalami luka berat.
“Korban luka ringan sebanyak 11 orang, luka berat empat orang, sedangkan kerugian material diperkirakan sekitar Rp50 juta,” kata Masnan.
Satlantas Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, serta telah melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Pewarta: Fathnur RohmanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.