Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko dan DPP LDII mendorong penguatan ketahanan keluarga untuk melindungi generasi muda dari berbagai tantangan moral dan pengaruh negatif.

Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Dody Taufiq Wijaya mengatakan keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda.

"Karena itu, berbagai fenomena yang kami nilai berpotensi menggerus nilai-nilai moral harus disikapi melalui pendidikan agama, penguatan akhlak, dan pendampingan keluarga," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan orang tua perlu meningkatkan komunikasi dengan anak, memberikan pendidikan agama sejak dini, serta mengawasi pengaruh lingkungan dan media digital agar generasi muda memiliki karakter kuat.

Menurut dia, tantangan moral yang dihadapi generasi muda memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah.

LDII juga menegaskan penolakannya terhadap normalisasi perilaku lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer/questioning (LGBTQ) yang dinilai bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Pancasila.

Namun, Dody menekankan bahwa penyikapan terhadap fenomena tersebut harus mengedepankan pendekatan edukasi, pembinaan keagamaan, dan dakwah, bukan kebencian terhadap individu.

"Karena itu, kami menolak segala bentuk normalisasi perilaku LGBTQ. Namun demikian, penyikapannya harus mengedepankan dakwah, pembinaan, edukasi, dan upaya mengembalikan seseorang kepada nilai-nilai agama, bukan kebencian terhadap individu," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengatakan pembahasan mengenai fenomena LGBTQ perlu ditempatkan dalam koridor konstitusi, norma agama, serta nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat Indonesia.

Menurut dia, setiap kebijakan maupun regulasi perlu memperhatikan aspirasi masyarakat serta nilai-nilai yang menjadi jati diri bangsa.

"Negara juga perlu memperkuat pendidikan karakter, pendidikan agama, dan perlindungan terhadap anak serta generasi muda dari berbagai pengaruh yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa," kata Singgih.

Ia menilai langkah pencegahan lebih penting dibandingkan penanganan setelah suatu persoalan berkembang lebih luas.

Oleh karena itu, ia mendorong penguatan literasi digital, pendidikan keluarga, dan pembinaan moral agar generasi muda memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai pengaruh global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa yang religius dan berbudaya.

Ketua DPP LDII Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Dwi Pramono menambahkan sikap organisasinya terhadap perilaku LGBTQ didasarkan pada Al Quran, hadis, dan pandangan para ulama dalam khazanah fikih Islam.

Menurut Dwi, LDII mendukung pendekatan pembinaan dan edukasi dengan tetap menghormati martabat setiap manusia.

DPP LDII berharap pembahasan mengenai fenomena LGBTQ dilakukan secara komprehensif dengan tetap menjunjung tinggi konstitusi, nilai-nilai agama, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya pendidikan agama, pembinaan keluarga, dan pembangunan karakter sebagai langkah preventif untuk menjaga ketahanan moral generasi muda.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026