Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis telah mencapai 22 persen.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Kota Bogor, Jumat, mengatakan progres pembangunan tersebut berada dalam kondisi surplus positif, meski pekerjaan di lapangan dipengaruhi faktor cuaca.
"Faktor cuaca memang sangat mempengaruhi pekerjaan mereka. Sebagai langkah percepatan, dalam tiga hari ini alat berat dan truk pengangkut tanah telah ditambah," kata Jenal usai meninjau lokasi pembangunan.
Ia menjelaskan berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB), pembangunan trase baru tersebut ditargetkan selesai pada November 2026. Namun, Pemkot Bogor berharap pekerjaan dapat rampung lebih cepat pada Oktober sehingga segera dioperasikan.
Sementara itu, perbaikan turap milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Jenal optimistis perbaikan turap dan pembangunan trase baru dapat berjalan serta selesai secara bersamaan.
"Terakhir rapat Dinas PUPR dengan PT KAI menyampaikan bahwa pekan ini DED akan selesai, dan kita akan meminta pihak terkait untuk melakukan ekspos kepada Pemerintah Kota Bogor," ujarnya.
Selain itu, pembangunan trase baru masih menyisakan pembebasan dua bidang lahan di ujung trase. Pemilik lahan saat ini telah menempati hunian sementara dan mengosongkan rumahnya untuk mendukung kelancaran pekerjaan.
Menurut Jenal, anggaran pembebasan lahan tersebut kemungkinan dialokasikan melalui APBD Perubahan Kota Bogor 2026. Ia menyebut pemilik lahan bersikap kooperatif dan bersedia bernegosiasi untuk pindah sementara selama pekerjaan berlangsung.
Ia menegaskan pembebasan lahan dilakukan untuk menjamin keselamatan pekerjaan dan tidak mengubah volume konstruksi maupun lebar jalan karena kedua bidang tersebut berhimpitan dengan lokasi proyek.
"Sama sekali tidak mengubah konstruksi jalan. Lebar eksisting jalan dari hulu ke hilir tetap sama. Hanya saja, karena letak hilirnya sangat berhimpitan dengan lahan proyek, demi keselamatan maka bidang tersebut dibebaskan," kata Jenal.
Pemkot Bogor juga memberikan perhatian terhadap sistem drainase di kawasan tersebut karena terdapat penyempitan pada saluran eksisting yang memerlukan penyesuaian.
Aliran air kemudian dibagi menjadi dua jalur, yakni satu dialirkan lurus melalui bawah rel kereta api dan satu lainnya dibelokkan ke kanan melalui bawah turap atau jalan underpass milik PT KAI.
Jenal juga meminta kontraktor memastikan sisa tanah hasil pengerjaan proyek yang tercecer di badan jalan selalu dibersihkan agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Pembersihan dilakukan setiap sore sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk menghindari kemacetan apabila pekerjaan tersebut dilaksanakan pada siang hari.
"Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kita pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP," kata Jenal.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.