Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) mendorong hilirisasi hasil riset melalui peluncuran Aplikasi MAKA, sebuah media pembelajaran digital berbasis gamifikasi yang dikembangkan oleh Science Techno Park (STP) Universitas Indonesia, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia bersama PT GAPTEK.

Aplikasi MAKA merupakan inovasi pembelajaran digital yang memanfaatkan pendekatan gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan adaptif bagi anak-anak.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menegaskan bahwa inovasi merupakan kemampuan untuk menemukan hal-hal baru maupun menghadirkan cara-cara baru yang lebih efektif dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat. 

"Esensi inovasi adalah kemampuan untuk menemukan hal-hal baru atau menghadirkan cara-cara baru yang lebih baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengetahuan yang dihasilkan di perguruan tinggi akan memiliki makna ketika mampu diterjemahkan menjadi solusi yang bermanfaat, dapat diterapkan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan," katanya.

"Science Techno Park Universitas Indonesia bukan sekadar ruang untuk menampilkan inovasi, tetapi merupakan ekosistem yang mempercepat perjalanan sebuah hasil riset menuju pemanfaatan nyata. Di sinilah kolaborasi dibangun, teknologi divalidasi, inovasi dikembangkan, hingga akhirnya dapat diadopsi oleh dunia usaha dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat," ujarnya.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya menyampaikan bahwa peluncuran Aplikasi MAKA merupakan salah satu bukti keberhasilan Universitas Indonesia dalam mendorong hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun prototipe, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.

"Peluncuran APLIKASI MAKA menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat nyata. Inovasi bukan sekadar menghasilkan teknologi baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna.

"Dalam konteks ini, APLIKASI MAKA menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sektor industri sekaligus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya sebagai media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan adaptif bagi anak-anak," ujar Chairul.

Menurut Chairul, keberhasilan hilirisasi hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan industri. Melalui Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT), Universitas Indonesia terus membangun ekosistem yang mempercepat proses transfer teknologi, pengelolaan kekayaan intelektual, kemitraan, hingga komersialisasi inovasi agar hasil penelitian dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

"Universitas Indonesia terus mendorong agar riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah atau prototipe, tetapi dapat melangkah menuju hilirisasi dan implementasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian mampu menjawab kebutuhan nyata, memberikan nilai tambah, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," tambahnya.

Sebagai inventor utama Aplikasi MAKA, Muhammad Luthfi menjelaskan bahwa pengembangan inovasi ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran digital yang mampu mendukung proses belajar anak melalui pendekatan yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berbasis hasil riset.

“MAKA lahir dari keresahan kami terhadap semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital, namun tidak diikuti dengan pemanfaatan yang terarah. Tantangannya bukan lagi sekadar menjauhkan anak dari gadget, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, bermakna, dan mendukung proses tumbuh kembang.

Melalui MAKA, kami ingin menghadirkan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang menyenangkan bagi anak, tetapi tetap memiliki tujuan stimulasi yang jelas dan berlandaskan pada kajian akademik,” ujar Muhammad Luthfi.

Ia menambahkan bahwa proses pengembangan Aplikasi MAKA melibatkan kolaborasi antara akademisi dan mitra industri sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan pengguna.

Dukungan Universitas Indonesia melalui Program Pendidikan Vokasi, Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi, serta Science Techno Park UI menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi ini menuju tahap hilirisasi dan implementasi. 



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026