Bogor (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan layanan Puskesmas 24 Jam di Kota Bogor saat ini sudah ada di enam lokasi atau daerah sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan.
Keenam lokasi layanan Puskesmas 24 Jam itu yakni Puskesmas Bogor Tengah, Bogor Timur, Tanah Sareal, Pasir Mulya, Cipaku, serta satu puskesmas lainnya yang masih dalam tahap persiapan.
"Layanan 24 jam ini bertujuan mengurangi kasus false emergency di rumah sakit dan mendekatkan akses layanan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Erna Nuraena di sela-sela kegiatan senam bersama dan CKG bagi insan pewarta Kota Bogor di Kantor PWI Kota Bogor, Jumat.
Ia menjelaskan, bila warga punya masalah kesehatan di luar jam operasional bisa mendatangi ke Puskesmas 24 jam terdekat.
"Ada dokter jaga yang memeriksa awal, sehingga warga tidak perlu khawatir tertolak di rumah sakit atau menanggung biaya mandiri akibat false emergency," katanya.
Selain itu ia juga menyebutkan pelaksanaan dan pencapaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Bogor masuk yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Hal itu diampaikan Kadinkes Kota Bogor di sela-sela kegiatan senam bersama dan CKG bagi insan pewarta di Kota Bogor di Kantor PWI Kota Bogor, Jumat.
Pada tahun 2025, program CKG berhasil menjangkau hampir 530 ribu penduduk atau sekitar 49 persen dari total target, melampaui target awal sebesar 36 persen.
Sementara pada tahun 2026, Pemerintah Kota Bogor menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan mencapai 46 persen. Hingga awal Juli 2026, realisasinya telah mencapai 39 persen.
"Untuk tahun 2026, target kita 46 persen dan posisi capaian saat ini sudah di angka 39 persen. Kami terus gencarkan ini ke seluruh lapisan masyarakat, komunitas, hingga instansi," jelasnya.
Berdasarkan hasil skrining kesehatan tersebut, penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di Kota Bogor adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas.
Erna mengungkapkan sekitar 90 persen penyebab penyakit tersebut dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta kebiasaan merokok.
Pewarta: Pewarta BPJEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.