Jakarta (ANTARA) - Pelajar Indonesia berusia 13 tahun Kenzio Muhammad Raharjo meraih medali emas lewat inovasi teknologi simulasi diplomatik berbasis kecerdasan buatan pada ajang di Jepang.

Kenzio memperoleh Gold Medal dan Special Award for The Best International Invention and Innovation dalam Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Osaka, Jepang.

Penghargaan tersebut diraih melalui MUNspark, platform simulasi diplomatik multi-agent berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dikembangkan untuk membantu pelajar berlatih diplomasi, debat, negosiasi, komunikasi, dan kepemimpinan global.

Kenzio mengembangkan platform tersebut setelah melihat masih adanya kesenjangan akses terhadap pelatihan diplomasi dan debat berkualitas bagi pelajar.

Menurut dia, kesempatan mengikuti pelatihan semacam itu umumnya lebih mudah diperoleh siswa dari sekolah tertentu, memiliki mentor berpengalaman, atau mampu mengikuti program berbayar.

Kondisi tersebut membuat banyak siswa berbakat, terutama dari sekolah dengan keterbatasan sumber daya dan lingkungan nonpenutur bahasa Inggris, belum memperoleh kesempatan yang sama.

“Banyak siswa memiliki potensi yang luar biasa, tetapi tidak semua memiliki akses yang sama untuk mengembangkan kemampuan tersebut,” kata Kenzio dalam keterangannya, Jumat.

Melalui MUNspark, pengguna dapat mengikuti simulasi debat diplomatik dengan sejumlah delegasi virtual, menerima evaluasi argumentasi secara waktu nyata, serta memperoleh umpan balik yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Platform itu juga dirancang agar siswa dapat berlatih secara mandiri tanpa harus bergantung pada pelatihan konvensional yang relatif mahal dan terbatas.

Kenzio mengatakan teknologi tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, argumentasi, negosiasi, dan kepemimpinan.

“Saya berharap teknologi dapat membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk belajar, berlatih, dan bertumbuh,” ujarnya.

Teknologi yang menjadi dasar pengembangan MUNspark saat ini berstatus patent pending dengan judul “Adaptive Argument Evaluation and Iterative Feedback System for Diplomatic Debate Simulation”.

Sistem tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang adaptif dan terukur melalui evaluasi argumentasi serta umpan balik secara berulang.

MUNspark juga ditujukan untuk menjangkau pelajar dari komunitas kurang terlayani dan wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan diplomasi, debat, serta kepemimpinan global.

Keberhasilan Kenzio di JDIE 2026 menjadi pengakuan internasional terhadap inovasi pelajar Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menjawab persoalan kesenjangan akses pendidikan.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026