Jakarta (ANTARA) - Petugas SPBU Pertamina Tiara Rafalia Sari mengaku bangga menjadi saksi peluncuran B50 oleh Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57 Karawang, Kamis (9/7), sekaligus mengaku gugup saat bertemu langsung dengan kepala negara.
"Bangga sih, apalagi kan datang Bapak Presiden ya jadi agak deg-degan gitu terus agak gimana ya, gugup aja, ya nervous," ujar Tiara dikutip dari siaran pers BPMI Sekretariat Presiden dikutip di Jakarta, Jumat.
Tiara mengatakan peluncuran B50 menjadi pengalaman baginya karena berlangsung pada saat pemerintah meluncurkan program yang menjadi kelanjutan kebijakan biodiesel nasional.
Baca juga: Prabowo: B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun
Baca juga: Menteri ESDM sebut 57 persen SPBU sudah salurkan B50
Baca juga: Menteri ESDM umumkan Indonesia berhenti impor solar setelah ada B50
Menurut dia, kehadiran B50 menunjukkan kemampuan Indonesia menghasilkan bahan bakar melalui program hilirisasi sumber daya alam (SDA) dalam negeri.
Sejak B50 mulai diperkenalkan, Tiara mengaku banyak pelanggan SPBU yang menanyakan bahan bakar tersebut. Sebagai petugas SPBU, ia memberikan penjelasan mengenai B50 kepada para pelanggan.
"Paling cuman banyak yang nanya-nanya aja, B50 itu apa Mbak?' Paling kita jelasin aja sejelas-jelasnya," katanya.
Ia menjelaskan B50 merupakan campuran bahan bakar yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit.
Pemerintah pada Kamis (9/7) meluncurkan B50 sebagai kelanjutan program B40 yang dimulai pada Januari 2025. Program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), menekan emisi karbon, meningkatkan nilai tambah industri sawit, serta membuka lapangan kerja.
Pewarta: Aditya RamadhanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.