Bandung Barat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, selama musim kemarau panjang.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Jawa Barat Arief Perdana di Bandung Barat, Rabu, mengatakan salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menata kembali timbunan sampah agar gas metana tidak terkonsentrasi pada satu titik.
"Kami sudah menyiapkan anggaran tahun ini untuk penutupan sampah. Tumpukan itu ditata supaya gas metana lebih tersebar merata. Jadi, alat berat kami tambah untuk menata timbunan dan mengurangi tumpukan," katanya.
Baca juga: Kapasitas TPA Sarimukti diperkirakan bertahan hingga Oktober
Baca juga: TPA Sarimukti buka operasional 24 jam pada H-1 Lebaran antisipasi lonjakan volume sampah
Selain penataan timbunan, pengelola juga memperkuat kesiapsiagaan dengan menyediakan hidran serta peralatan pemadam kebakaran, baik berkapasitas besar maupun ringan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila muncul titik api.
"Sudah ada hidran dan alat pemadam api, baik yang berat maupun ringan, sehingga kami siap melakukan penanganan jika terjadi kebakaran," ujarnya.
DLH Jabar juga menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat untuk melaksanakan simulasi penanganan kebakaran, latihan bersama, serta penyuluhan kepada pemulung dan pengemudi truk agar tidak menyalakan api maupun merokok di sekitar area landfill.
"Penyuluhan kepada para pemulung sudah dilaksanakan bersama Damkar agar masyarakat lebih berhati-hati saat berada di lokasi landfill," katanya.
Baca juga: Dedi Mulyadi bongkar bangunan liar di Sarimukti dengan kompensasi dan tawaran pekerjaan
Ia mengatakan kandungan gas metana di zona perluasan TPA Sarimukti memang belum diukur secara rinci, tetapi keberadaan sampah organik dalam jumlah besar berpotensi menghasilkan gas metana yang lebih mudah naik ke permukaan saat suhu udara meningkat pada musim kemarau.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat meningkatkan suhu di dalam timbunan sampah, sehingga memicu kebakaran, terlebih apabila terdapat sumber pemantik, seperti pecahan kaca yang memantulkan sinar matahari atau api terbuka.
TPA Sarimukti sebelumnya mengalami kebakaran besar pada Agustus 2023 di zona lama yang sudah tidak dioperasikan, sehingga menyebabkan status tanggap darurat diberlakukan hingga September 2023 setelah api diduga dipicu puntung rokok dan meluas akibat kandungan gas metana di dalam timbunan sampah.
DLH Jabar berharap penguatan mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan TPA Sarimukti dapat meminimalkan risiko kebakaran selama puncak musim kemarau tahun ini.
Pewarta: Ilham NugrahaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.