Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mempersiapkan sarana dan prasarana Stadion Si Jalak Harupat menjelang Piala Presiden 2026 yang kini memasuki tahap asesmen kelayakan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah di Bandung, Selasa, mengatakan asesmen tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana stadion agar sesuai standar yang ditetapkan penyelenggara turnamen.
"Kami saat ini sedang melakukan persiapan dalam rangka menjelang Piala Presiden. Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan informasi bahwa tahun 2026 Stadion Si Jalak Harupat menjadi opsi tempat Piala Presiden," katanya.
Dia menjelaskan asesmen terhadap Stadion Si Jalak Harupat tersebut dilakukan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh (PSSI) untuk mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana sebagai bagian dari proses penentuan lokasi Piala Presiden 2026.
Menurut dia, Pemkab Bandung kini berfokus memenuhi seluruh persyaratan teknis yang menjadi standar penyelenggaraan agar stadion tetap memenuhi kriteria sebagai lokasi pertandingan.
"Ya, kita tentunya segera persiapkan yang distandarisasikan dan persyaratan, seperti rumput tribun dan sarana prasarana lainnya, kita harus penuhi dan saat ini proses," katanya.
Dia menjelaskan bahwa proses asesmen yang dilakukan langsung oleh tim PSSI ini menjadi salah satu tahapan penting dalam evaluasi kesiapan stadion.
Hasil asesmen tersebut nantinya menjadi dasar penilaian terhadap kelayakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai lokasi penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
"Saat ini sedang ada asesmen dari PSSI terkait pengecekan sarana Stadion Si Jalak Harupat. Kami sedang mempersiapkan seluruh persyaratan yang harus dipenuhi," ujarnya.
Stadion Si Jalak Harupat sebelumnya juga menjadi tuan rumah Piala Presiden 2025 dengan fasilitas yang memenuhi standar penyelenggaraan, sehingga pengalaman tersebut menjadi modal dalam menghadapi asesmen tahun ini.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.